Apakah urutan lafadz-lafadz dzikir setelah sholat fardhu datang dari nabi dan tidak boleh ditukar-tukar? Ataukah tidak terdapat dalil khusus tentang urutannya sehingga boleh membacanya secara acak?
Sebagaimana amalan ibadah yang lain, dzikir telah diajarkan oleh Rasulullah sallahu alaihi wasallam, sehingga, sebaiknya melakukan urutan dzikir sebagaimana yang telah disebutkan beberapa dalil hadist terkait dengan hal ini.
Bila ada beberapa perbedaan urutan lafadz atau kita baca tidak sesuai dengan urutan tersebut, sebagian ulama membolehkannya, namun bila dilakukan sesuai urutan yang telah dicontohkan oleh Nabi, itu lebih utama.
BACA JUGA: 5 Keutamaan Berdzikir
Di antara misal dzikir yang dicontohkan Nabi (ﷺ) dan keutamaannya sebagaimana dalam hadist berikut:
عَنْ رَسولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ مَن سَبَّحَ اللَّهَ في دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ ثَلاثًا وثَلاثِينَ، وحَمِدَ اللَّهَ ثَلاثًا وثَلاثِينَ، وكَبَّرَ اللَّهَ ثَلاثًا وثَلاثِينَ، فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وتِسْعُونَ، وقالَ: تَمامَ المِئَةِ: لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وحْدَهُ لا شَرِيكَ له، له المُلْكُ وله الحَمْدُ وهو علَى كُلِّ شيءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطاياهُ وإنْ كانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ.
Dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
“Barangsiapa bertasbih kepada Allah sehabis shalat sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali, dan bertakbir kepada Allah tiga puluh tiga kali, hingga semuanya berjumlah sembilan puluh sembilan, -dan beliau menambahkan- dan kesempurnaan seratus adalah membaca Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qadiir, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (Shahih Muslim no 939)
Berkata Syaikh bin Baz ketika ditanya terkait hukum dzikir setelah sholat, apakah harus sesuai urutannya?
BACA JUGA: 5 Keutamaan Shalat Shubuh Berjamaah
Maka beliau menjawab,’
الجواب: حسب ما ورد، الأفضل أن يأتي بها حسب ما وردت عن النبي ﷺ، والنبي ﷺ فيما ثبت عنه كان يبدأ أولاً إذا سلم من الفريضة بالاستغفار ثلاثاً، يقول: أستغفر الله أستغفر الله أستغفر الله اللهم أنت السلام ومنك السلام، تباركت يا ذا الجلال والإكرام كما ثبت ذلك من حديث ثوبان عند مسلم ،
“Seperti yang telah disebutkan, utamanya untuk melakukan dzikir dengan apa yang diajarkan oleh Nabi sallahu alaihi wasalam. Sebagaimana disebutkan dalam hadist , di mana Nabi memulai (dzikir) setelah salam dari shalat fardhu dengan beristighfar 3 x, membaca : astaghfirulah astahfirullah astahfirullah, allahumma antassalam wa minkassalaam, tabaaroktaa yadzaljallalil ikram,
Sebagaimana yang disebutkan dari hadist Tsauban pada Muslim. []
Sumber: Tatawa Syaikh bin Baz
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


