Tanya: Apakah boleh bersiasat agar tidak membayar tagihan rekening listrik, air telpon atau gas dan yang semisalnya? Karena mayoritas perkara ini dikelola oleh perusahaan yang sahamnya adalah milik semua manusia.
Jawab:
Tidak boleh karena itu termasuk memakan harta manusia dengan cara batil dan tidak menunaikan amanah.
BACA JUGA: Bolehkah Menikah dengan Sepupu?
Allah berfirman:
Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian menunaikan amanah kepada pemiliknya.
Allah Ta’ala juga berfirman:
( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا )
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta kalian dengan cara batil kecuali dengan jual beli yang kalian saling meridhai. Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian. Sesungguhnya Allah itu Maha Menyayangi kalian. (QS. An-Nisa 29)
Selesai.
BACA JUGA: Bolehkah Shalat Dhuha setelah Shalat Syuruq?
📝 Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 23/441
📚 حكم سرقة الكهرباء من الدولة بحجة أنها لا تعطي المواطن حقه.
✏ وسئلت اللجنة الدائمة أيضاً : هل يجوز التحايل للامتناع عن دفع فاتورة الكهرباء أو الماء أو التليفون أو الغاز أو أمثالهما ؟ علما بأن معظم هذه الأمور تتولاها شركات مساهمة يمتلكها عامة الناس .
▪ فأجابت :
” لا يجوز ؛ لما فيه من أكل أموال الناس بالباطل ، وعدم أداء الأمانة ، قال تعالى : ( إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا ) وقال : ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا ) ” انتهى .
فتاوى اللجنة الدائمة (23/441)]
SUMBER: PERMATA SUNNAH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


