Tanya: Ustadz, sahkah berwudhu dari bak kamar mandi dengan menggunakan gayung (bukan dari pancuran/air yang mengalir) yang biasanya cuma diguyur-guyurkan dan digosok-gosok sekadarnya?
Jawaban:
Berwudhu dari bak kamar mandi dengan menggunakan gayung hukumnya boleh dan sah.
Karena tidak ada dalil yang melarangnya.
Demikian juga hukum asal air adalah suci dan mensucikan, baik itu air hujan, air sumur, air sungai, air bak mandi, dan lainnya.
BACA JUGA: 5 Sunnah Wudhu (1)
Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
“Dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.” [QS. Al-Furqan: 48]
‘Thahur’ yang diterjemahkan dengan amat bersih dalam ayat ini maksudnya adalah suci dan mensucikan.
Dan kita tidak boleh menganggap air itu najis sampai kita yakin bahwa air itu telah berubah salah satu dari tiga sifat air dengan sebab tercampur barang najis.
Tiga sifat air itu adalah: warna, bau, dan rasa.
Sesungguhnya tidak ada keharusan berwudhu dari air yang mengalir, seperti dari kran atau semacamnya.
Tetapi jika kita berwudhu dengan menggunakan gayung, atau ember, atau wadah lainnya, hendaklah kita mencuci tangan kita dahulu sebelum memasukkan ke dalamnya.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis di bawah ini:
Dari Abdullah bin Zaid bin Ashim Al-Anshari, dia adalah seorang Sahabat Nabi, dikatakan kepadanya:
“Praktikkanlah untuk kami wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam!” Dia meminta wadah air, lalu dia menumpahkan sebagian air itu pada kedua (telapak) tangannya, lalu dia membasuhnya tiga kali.
Lalu dia memasukkan satu (telapak) tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung dari satu telapak tangannya. Dia melakukannya tiga kali.
Lalu dia memasukkan satu (telapak) tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia membasuh wajahnya tiga kali.
BACA JUGA: Menyentuh Istri Apakah Membatalkan Wudhu?
Lalu dia memasukkan satu (telapak) tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu dia membasuh kedua tangannya sampai siku-siku dua kali, dua kali.
Lalu dia memasukkan satu (telapak) tangannya (ke dalam wadah air itu), lalu mengeluarkannya, lalu mengusap kepalanya. Dia memajukan kedua tangannya lalu memundurkannya, kemudian dia membasuh kedua kakinya sampai mata kaki.
Kemudian dia berkata: “Demikianlah wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” [HR. Muslim, no. 235]
Kesimpulannya:
Boleh berwudhu dengan pancuran kran atau gayung, sebagaimana penjelasan di atas. []
SUMBER: ALMANHAJ
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


