Agar Al-Qur’an menyembuhkan kita, kita perlu membacanya dengan pemahaman itu, dan dengan niat menerima bimbingan. Syekh Ash-Sha’rawi, ulama Muslim, dalam kitab tafsirnya mengutip pernyataan indah Imam Ja’far as-Sadiq, yang katanya paling mengetahui rahasia Al-Qur’an.
“Aku heran kepada orang yang ditimpa ketakutan, dan dia tidak lari kepada Firman Allah: {Cukuplah bagi kami Allah dan sebaik-baik Pemelihara urusan} , karena sesungguhnya Allah telah berfirman setelah: ‘Maka mereka kembali dengan nikmat dari Allah dan karunia, tidak ada salahnya menyentuh mereka’ (QS Ali Imran: 173-174)
Dan aku heran pada orang yang ditimpa kesedihan, dan dia tidak lari kepada Firman Allah: “Tidak ada Tuhan selain Engkau; ditinggikan adalah Anda. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim} , karena sesungguhnya Allah telah berfirman setelah itu: ‘Maka Kami tanggapi dia dan Kami selamatkan dia dari kesusahan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS Al-Anbiya’: 87-88)
BACA JUGA: Orang Munafik dan Mukmin yang Membaca Quran
Dan aku heran pada orang yang ditimpa pengkhianatan dan penipuan oleh manusia, dan dia tidak lari kepada Firman Allah:
“Aku menitipkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat hamba-hamba [Nya] , karena sesungguhnya Allah telah berfirman setelah itu: “Maka Allah melindunginya dari kejahatan yang mereka rencanakan, dan orang-orang Fir’aun diselimuti dengan azab yang paling buruk.” (QS Ghafir: 44- 45)
Dan aku heran pada orang yang ditimpa penyakit, dan dia tidak lari dari Firman Allah:
“Sesungguhnya, kesulitan telah menimpaku, dan kamu adalah Maha Penyayang dari semua penyayang,” karena sesungguhnya Allah telah berfirman setelah itu:
“Maka Kami tanggapi dia dan hilangkan kesulitan yang menimpanya. Dan Kami berikan kepadanya (kembali) keluarganya dan yang serupa dengan mereka sebagai rahmat dari Kami dan peringatan bagi para penyembah [Allah].” (QS Al-Anbiya’ 21: 83-84)”
Jika kita membaca ini dan merasa bahwa kita jauh dari Al-Qur’an dan tidak menyentuh hati kita, maka kita harus berusaha untuk membacanya sampai kata-kata itu masuk ke dalam hati kita.
BACA JUGA: Keutamaan Membaca Al-Quran
Mintalah kepada Allah agar Al-Qur’an menyentuh hati kita. Kita harus ingat bahwa Al-Qur’an adalah kebenaran, jika Tuhan mengatakan kepada kita bahwa itu adalah obat untuk apa yang ada di hati maka itu pasti. Kita harus memiliki kepastian dalam hal ini.
Kita juga harus mengembangkan hubungan kita dengan Kitab Allah dengan mencoba memahaminya. Kita harus mendengarkan tafsir (interpretasi Quran) dan membaca buku-buku tafsir jika kita memiliki akses ke sana. Di era internet, seharusnya tidak ada alasan, apalagi dengan rangkaian tafsir surat-surat pendek Imam Suhaib yang luar biasa. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


