“Sesungguhnya Aku hanya akan menerima shalat dari orang yang merendahkan diri dengan shalatnya karena kebesaran-Ku, yang tidak menyombongkan diri kepada makhluk-Ku, yang tidak mengulangi maksiat kepada-Ku, yang mengisi sebagian siang dengan berdzikir kepada-Ku, yang menyayangi orang miskin, orang dalam perjalanan, wanita yang ditinggalkan suaminya, dan yang mengasihi orang yang ditimpa musibah. Cahayanya bagaikan cahaya matahari. Aku lindungi dia dengan kekuasaan-Ku. Aku perintahkan malaikat menjaganya. Aku jadikan cahaya dalam kegelapannnya. Aku berikan ilmu dalam ketidaktahuannya. Perumpamaannya dibandingkan dengan makhluk-Ku yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di surga.” (Sayid Sabiq, Islamuna, hl. 119).
Dari hadis qudsi di atas, dapat kita simpulkan tanda-tanda orang yang diterima shalatnya, “Dia yang merendahkan diri dengan shalatnya karena kebesaran-Ku. Shalat yang diterima ialah shalat yang dilakukan dengan penuh tawadhu’ karena kebesaran dan keagungan Allah.
BACA JUGA: Rukun Shalat yang Wajib Diketahui
Andaikan orang ini khusyuk hatinya, akan khusyuk jugalah seluruh tubuhnya. Putuskan semua cabang hati yang berkaitan dengan dunia ini. Kata Rasulullah ﷺ:
“Shalatlah shalat perpisahan.”
Shalatlah shalat yang mengucapkan selamat tinggal kepada dunia ini. Kekhusyukan tidak akan pernah tercapai bila kecintaan kepada dunia menguasai hati. Allah tidak akan terasa bila urusan dunia menjadi pusat perhatian.”
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


