Safar atau perjalanan bukan sekadar perpindahan tempat. Dalam Islam, safar adalah momen ibadah yang penuh makna, di mana seorang hamba dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir. Dengan itu, perjalanan menjadi lebih berkah, aman, dan diliputi penjagaan dari Allah ﷻ.
Di antara doa yang dianjurkan adalah ucapan dari orang yang ditinggalkan kepada musafir:
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
“Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan penutup amalmu kepada Allah.”
Doa ini mengandung harapan agar perjalanan tetap dalam kebaikan hingga akhir.
BACA JUGA: Doa, Tobat, dan Istikharah
Kemudian, doa bekal takwa yang penuh makna:
زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
“Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni dosamu, dan memudahkan kebaikan di mana pun engkau berada.”
Sementara itu, seorang musafir juga dianjurkan mendoakan orang yang ditinggalkan:
أَسْتَوْدِعُكُمُ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
“Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak menyia-nyiakan titipan.”
Saat hendak keluar rumah, kita membaca:
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada-Nya. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya.”
Ketika menaiki kendaraan, kita mengingat nikmat Allah:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
“Mahasuci Allah yang menundukkan ini bagi kami, padahal kami tidak mampu menguasainya, dan kepada Rabb kami lah kami akan kembali.”
BACA JUGA: Doa yang Menghimpun Kebaikan Dunia dan Akhirat
Dan ketika perjalanan dimulai, doa panjang pun dipanjatkan:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى…
“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai…”
Doa-doa ini bukan sekadar bacaan, tetapi bentuk ketergantungan seorang hamba kepada Rabb-nya. Dengan dzikir, perjalanan terasa lebih ringan. Dengan tawakal, hati menjadi tenang. Maka, jadikan safar kita bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan menuju kedekatan dengan Allah ﷻ. []
RUJUKAN: RUMAYSHO
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


