JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Etika dalam Menawar

Dalam jual-beli, pasti ada saja yang namanya tawar-menawar. Islam pun membolehkan umatnya untuk saling tawar-menawar saat jual-beli.

Namun, tawar-menawar juga ada etikanya.

Dari Ibnu Umar R.A: Nabi Muhammad ﷺ bersabda: “Janganlah kamu menawar/membeli barang yang sedang ditawar/dibeli oleh saudaramu (sesama Islam) dan jangan pula kamu lamar perempuan yang sedang dilamar saudaramu, melainkan setelah diizinkannya,”

Hukum tawar menawar dalam islam berdasarkan firman Allah dalam Al Quran ialah halal atau diperbolehkan selama dijalankan sesuai ajaran islam.

Tak apa jika berada dalam suatu perniagaan (jual beli) dilakukan tawar menawar harga hingga tercapai kesepakatan kedua belah pihak agar tidak ada rasa keterpaksaan dalam urusan jual beli tersebut.

Berikut firman Allah yang menjelaskan hal tersebut :

“Wahai orang orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil kecuali dengan jalan yang dilakukan atas dasar suka sama suka diantara kamu”.

Penjelasan dari firman Allah tersebut ialah diperbolehkan melakukan tawar menawar dalam urusan jual beli agar tidak ada salah satu yang merasa dirugikan karena telah menjual dan membeli atas dasar suka sama suka.

Jalan yang batil contohnya ialah jual beli menurut islam yang merugikan salah satu pihak, misalnya seorang penjual berdagang dengan harga tinggi agar mendapatkan harta lebih dan pembeli terpaksa membelinya karena faktor kebutuhan atau tidak menemukan barang yang dicari tersebut di tempat lain. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Apakah Kebaikan Anak-anak Juga Dihisab?

Kajian

Hukum Menjual Peralatan Kecantikan

Kajian

4 Makna Kata Fitnah dalam Al-Quran

Kajian

Hukum Masbuk (Makmum yang tertinggal) dalam Shalat (2-Habis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *