JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Hadist

Hadist: Kejarlah Akhirat, Dunia Akan Mengikuti

Hijrah

Islam mengajarkan keseimbangan, namun menegaskan prioritas yang jelas: akhirat adalah tujuan utama, sementara dunia hanyalah sarana. Prinsip ini ditegaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat mulia Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu. Ia mendengar Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.

“Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Alla‌h akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya.

“Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Alla‌h akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (V/ 183)

BACA JUGA:  Hadist: Mukmin dengan Mukmin Lainnya

Hadits ini menggambarkan dua tipe manusia.

Pertama, mereka yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Orang seperti ini akan merasakan hidup yang tercerai-berai. Urusannya tidak pernah tuntas, hatinya selalu gelisah, dan rasa kekurangan terus menghantuinya. Walaupun ia mengejar dunia tanpa henti, yang ia peroleh hanyalah apa yang telah Allah tetapkan—tidak lebih.

Sebaliknya, golongan kedua adalah mereka yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidup. Orang ini justru mendapatkan ketenangan yang hakiki. Allah menyatukan urusannya, memberikan rasa cukup dalam hati, dan menjadikan dunia datang kepadanya tanpa ia kejar secara berlebihan. Inilah kekayaan sejati: bukan banyaknya harta, tetapi hati yang merasa cukup.

BACA JUGA:  Benarkah Engkau Ingin Akhiratmu Baik?

Pelajaran penting dari hadits ini adalah tentang niat dan orientasi hidup. Ketika seseorang memperbaiki niatnya untuk akhirat—dengan memperbanyak amal shalih, menjaga ibadah, dan menjauhi maksiat—maka urusan dunianya pun akan dimudahkan. Dunia tidak perlu dikejar mati-matian, karena ia hanyalah bayangan yang akan mengikuti.

Maka, sudah saatnya kita menata kembali tujuan hidup. Jadikan akhirat sebagai prioritas utama, bukan sekadar pelengkap. Karena siapa yang mengejar akhirat, ia akan mendapatkan keduanya: kebahagiaan dunia dan keselamatan di akhirat. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Hadist

Hadist: Munafik Sejati

Hadist

Hadist: Mukmin dengan Mukmin Lainnya

Hadist

Hadits: Jangan Mengharap Kematian karena Musibah

Hadist

Hadist “Aku Beriman kepada Allah, Lalu Istiqamahlah”