عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaknya dia mengubahnya dengan lisannya. Dan jika tidak bisa, hendaklah dia mengubahnya dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.’” (HR. Muslim)
Hadits ini menjelaskan aturan nahi munkar, yaitu bagaimana kita merubah kemungkaran yang dia lihat. Ini adalah hadits yang sangat penting karena amar ma’ruf nahi munkar adalah salah satu pokok dalam agama kita. Islam akan tegak selagi masih ada amar ma’ruf nahi munkar, Islam ini akan melemah jika amar ma’ruf nahi munkar tidak ada lagi atau melemah.
BACA JUGA: Hadits Arbain ke-33: Tuntunan Ketika Bersengketa
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwasanya ciri umat ini adalah menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, dan itu adalah syarat bagi mereka untuk bisa menjadi umat terbaik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ…
“Kalian adalah umat terbaik yang pernah dikeluarkan untuk manusia, kalian mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran…” (QS. Ali-Imran[3]: 110)
Juga dalam berbagai hadits shahih, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendorong kita untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Misalnya dalam salah satu hadits Arbain ke-25:
أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ
“Bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan untuk kalian pintu-pintu sedekah yang lain?” Kemudian beliau menajbarkan:
BACA JUGA: Hadits Arbain ke-32: Tidak Boleh Ada Bahaya dan Membahayakan
إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ
“Sesungguhnya pada setiap tasbih satu kali itu terhitung sedekah, setiap takbir satu kali itu sedekah, setiap tahmid satu kali itu sedekah, setiap tahlil satu kali itu sedekah, mengajak orang kepada kebaikan itu sedekah dan melarang orang dari kemungkaran itu juga sedekah. Bahkan pada kemaluan seorang di antara kalian ada sedekahnya.”
Jadi amar ma’ruf nahi munkar adalah sebuah amal shalih dalam Islam. Islam mendorong kita untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dalam keluarga, dalam lingkungan, dan dalam masyarakat yang kita tinggali. Tapi Islam juga menjelaskan tentang tata caranya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


