JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Hartaku untuk Surgaku

Sesungguhnya harta yang Allah berikan kepada kita baik sedikit maupun banyak maka akan ditanya oleh Allah ta’ala, oleh karena itu mari kita siapkan jawaban kita,

💎Allah ta’ala berfirman:

(ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ)

📖[Surat At-Takathur 8]

Artinya: “Dan kamu benar -benar akan ditanya tentang nikmat yang diberikan kepadamu.”

Harta adalah amanah yang dititipkan Allah kita oleh karena itu jangan sampai kita abaikan karena itu semuanya akan ditanya.

Kenapa kita harus menginfaqkan harta kita di jalan Allah yang menuju ke Surga?

BACA JUGA: Pintu Sedekah, dan 8 Penjelasannya

Banyak sekali jawabannya, diantaranya:

1- Karena perintah Allah ta’ala,

Allah berfirman:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ

📖[Surat Al-Qasas 77]

Artinya: “Dan carilah dengan apa -apa yang Allah berikan kepadamu negeri Akherat.”

Foto: Unsplash

2- Harta yang kita nikmati di dunia ini sedikit sekali.

Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan yang artinya : Berkata bani Adam, “Ini hartaku, ini hartaku.”

💫Lalu Rosululloh bersabda: “Kamu tidak memiliki harta apapun kecuali shodaqoh yang telah engkau keluarkan atau makanan yang telah engkau makan, atau pakaian yang telah engkau pakai yang telah usang, maka itulah milikmu.”

3- Orang yang meninggal tidak akan dikubur bersama hartanya, semuanya harus ditinggal.

Namun yang dibawanya adalah amalnya.

– Surga itu dibeli dengan infaq.

💎Allah taala berfirman:

(وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ)

📖[Surat Az-Zukhruf 72]

Artinya: “Dan itulah surga yang engkau warisi dengan sebab apa yang telah engkau amalkan.”

Yaitu amal sholih, termasuk ke dalamnya adalah kedermawanan orang yang berinfaq.

👤Lihatlah Abu Tholhah, saat beliau mendengar Nabi membacakan ayat :

(لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ)

📖[Surat Aal-E-Imran 92]

Artinya : “Kalian tidak akan mendapatkan surga sampai kalian menginfaqkan apa-apa yang kalian cintai.”

Foto: Unsplash

BACA JUGA: Kedermawananmu Bagian Kehidupan Akhiratmu

👤Datanglah Abu Tholhah dan berkata: ” Wahai Nabi, aku mempunyai tanah di Buwairuhah, tanah yang paling bagus, berapun harganya dia takkan dijual, silahkan gunakan lebun ini untuk di jalan Allah.”

Lalu apa yang dikatakan Nabi kepadanya?

💫Beliau berkata: “Bagikanlah kepada keluargamu yang terdekat yang miskin.”

5- Hidup kita di dunia ini sangatlah sebentar, sedangkan akherat adalah kekal.

💎Allah berfirman :

قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَىٰ

📖[Surat An-Nisa’ 77]

Artinya: “Katakanlah, kenikmatan dunia adalah sedikit dan akherat adalah lebih baik bagi orang yang bertaqwa.”

📍Dan solusi agar kita dapat berinfaq adalah, dengan hidup sederhana.

💫Rasulullah bersabda:

انظر إلى من هو أسفل منكم ولا تنظر إلى من هو فوقكم

Artinya: “Lihatlah kepada yang dibawah kalian dan jangan lihat kepada yang di atas kalian ( dalam urusan dunia).”

💫Nabi juga bersabda, pada hadits yang diriwayatkan oleh muslim dari sahabat Abu Hurairah, beliau bersabda:

إذا مات الإنسان انقطع عمله إلا من ثلاث صدقة جارية أو علم ينتفع به وولد صالح
يدعو له.

Artinya: “Apabila anal adam telah meninggal maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu
▫️shodaqoh jariyah,
▫️ilmu yang bermanfaat,
▫️dan anak sholih yang mendo’akannya.”

🎙Syaikh Bin Baz mengatakan yang dimaksud shodaqoh jariyah adalah: Yang terus menerus bermanfaat seperti waqaf masjid, atau bangunan yang disewakan lalu hasilnya dishodaqohkan atau kebun / sawah yang dishodaqohkan.

💫Nabi bersabda:

الصدقة لاتنقص المال

Artinya: “Shodaqoh itu tidak mengurangi harta.”

BACA JUGA:  Infaq, Ibadah di Luar Logika Manusia

Dan sebaliknya apabila ada orang kaya atau pengusaha yang bangkrut maka sesungguhnya itu adalah karena akibat dosanya sendiri, sebagaimana

💎Allah berfirman :

(وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ)

📖[Surat Ash-Shura 30]

“Dan tidaklah musibah itu menimpamu kecuali karena perbuatan yang telah kalian perbuat, dan Allah telah banyak mengampuni kalian.”

Semoga bermanfaat. []

✍️Penulis: Ust. Aunur Rofiq Ghufron, Lc.

📝 Oleh: Al- Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc. | Sumber

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Akikah: Tanggung Jawab Ayah dan Anjuran Bagi Anak yang Belum Diaqiqahi

Kajian

Talbis Iblis atas Ahli Ibadah yang Melakukan Amar Makruf Nahi Munkar

Kajian

Talbis Iblis atas Ahli Ibadah dalam Perkara Haji

Kajian

Maksiat Membuat Semua Urusan Dipersulit

Leave a Reply