JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Uncategorized

Hidup Ini Hanya Titipan: Jangan Sombong atas Apa yang Bukan Milik Kita

Sesungguhnya apa pun yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan dari Allah SWT. Rumah yang kita tinggali, kendaraan yang kita kendarai, jabatan yang kita emban, hingga harta yang kita kumpulkan—semuanya hanyalah titipan sementara yang bisa diambil kembali oleh Pemiliknya kapan saja. Sungguh sangat dangkal pandangan kita jika menganggap apa yang ada di genggaman kita adalah milik mutlak kita sendiri.

Betapa rendah nilainya hidup jika kita menjadikan perhiasan dunia sebagai tolok ukur kemuliaan. Sebab, kemuliaan sejati bukanlah terletak pada apa yang terlihat mata, melainkan pada ketakwaan dan hati yang bersih. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu” (QS. Al-Hujurat [49]: 13).

Sungguh konyol jika kita merasa terhormat hanya karena ‘bungkus’ berupa pakaian mewah, gelar akademik, atau kedudukan, sedangkan terhadap isi—yakni akhlak dan iman kita—kita abaikan. Tidakkah kita sadar bahwa semua yang kita banggakan itu hanyalah titipan dari Allah SWT? Bahkan, hidup kita sendiri hanyalah sebuah ‘nebeng’ di bumi Allah yang luas ini. Alam semesta mutlak adalah milik Allah, sedangkan kita hanya menumpang sementara.

BACA JUGA:  Sombong VS Tawadhu

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah pernah berkata, “Barangsiapa mengenal hakikat dunia, niscaya ia tidak akan merasa gembira terhadap apa yang ia dapatkan darinya dan tidak pula bersedih atas apa yang luput darinya.” Ucapan ini menggambarkan betapa fana dan rapuhnya dunia sehingga tidak layak dijadikan sandaran hati.

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT menukil nasihat penuh hikmah dari Luqman Al-Hakim kepada putranya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong), dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Luqman [31]: 18).

Sombong adalah penyakit hati yang muncul ketika seseorang lupa bahwa semua yang ia miliki hanyalah pinjaman. Padahal, jika Allah kehendaki, apa yang ia miliki bisa hilang dalam sekejap. Tidak ada yang pantas kita sombongkan, sebab apa yang kita miliki bukan karena kehebatan kita, tetapi murni karena kasih sayang dan takdir Allah.

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah pernah berkata, “Hendaklah engkau bersikap zuhud terhadap dunia, niscaya Allah akan memperlihatkan kepadamu apa hakikatnya. Dan hendaklah engkau ridha dengan sedikit rezeki yang Allah bagikan kepadamu.” Nasehat ini mengingatkan kita untuk tidak terpedaya oleh kilau dunia yang sementara.

Kehidupan kita sendiri adalah karunia besar dari Allah. Ia yang menciptakan kita, mencukupi kebutuhan kita, dan melimpahi kita dengan berbagai nikmat-Nya. Namun, sayangnya, sering kali manusia tertipu oleh karunia itu sendiri. Kita merasa seolah-olah semua yang kita raih adalah hasil jerih payah kita semata, hingga lupa bahwa segala daya dan upaya hanyalah terjadi dengan izin-Nya.

Bumi ini hanyalah tempat singgah yang sebentar. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa urusanku dengan dunia? Aku di dunia ini hanyalah seperti seorang pengendara yang berteduh di bawah pohon, kemudian meninggalkannya” (HR. At-Tirmidzi). Betapa jelas Rasulullah mengajarkan bahwa dunia ini hanyalah tempat persinggahan, bukan tempat menetap selamanya.

BACA JUGA:  Iblis yang Sombong

Ketika kita benar-benar memahami bahwa semua ini hanyalah titipan, maka lahir rasa syukur dan rendah hati. Kita tidak akan mudah sombong, sebab kita sadar pemilik hakiki hanyalah Allah. Dan saat titipan itu diambil, kita pun akan lebih lapang dada menerimanya.

Mari kita gunakan setiap titipan Allah dengan penuh tanggung jawab. Jadikan harta sebagai jalan untuk bersedekah, jadikan ilmu untuk menebar manfaat, dan jadikan kekuatan untuk membantu yang lemah. Sebab kelak, semua titipan itu akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT.

Semoga Allah jadikan kita hamba-hamba yang selalu sadar bahwa kita hanya menumpang di dunia ini. Dan semoga hati kita tetap rendah, meski dunia datang menghampiri. Aamiin. []

Referensi:
Al-Qur’an Surah Luqman [31]: 18
Al-Qur’an Surah Al-Hujurat [49]: 13
Ucapan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Al-Fawaid
Ucapan Imam Asy-Syafi’i, Manaqib Asy-Syafi’i
Hadis Rasulullah, HR. At-Tirmidzi

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Uncategorized

Larangan Dengki

Uncategorized

Tangis di Abwa

Uncategorized

Mengabaikan Ucapan Buruk Orang Lain kepadamu

KajianUncategorized

Talbis Iblis terhadap Kaum Dahriyin