JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

Imam Abu Hanifah dan Seorang Perempuan Penjual Pakaian

Pada suatu hari Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan at-Taymi atau lebih dikenal dengan sebutan Abu Hanifah didatangi seorang perempuan yang membawa pakaian sutra di tangannya.

Perempuan ini berniat menjual pakaian mewah tersebut kepada Abu Hanifah.

“Berapa harganya,” tanya Imam Abu Hanifah.

“Seratus dirham.”

“Tidak. Nilai barang ini lebih dari seratus dirham.”

Sontak pernyataan Abu Hanifah ini membuat si perempuan heran. Lazimnya pembeli selalu menawar barang dagangan dengan harga yang lebih murah, bukan ingin membeli dengan harga yang mahal.

Akhirnya perempuan itu pun melipatgandakan harga pakaian sutranya menjadi empat ratus dirham.

“Bagaimana jika barang itu lebih mahal lagi?” tantang Abu Hanifah.

“Anda bercanda?” tanya perempuan tersebut tercengang.

“Jika Anda tidak percaya, silakan datangkanlah seseorang untuk menaksir harganya!”

Lalu Perempuan itu akhirnya menghadirkan seorang laki-laki untuk menaksir harga pakaian sutranya.

“Pakaian sutra ini seharga lima ratus dirham,” ungkap si laki-laki.

Imam Abu Hanifah lantas membayarnya kontan dengan harga lima ratus dirham. Abu Hanifah paham, perempuan tersebut menjual pakaian sutranya lantaran dalam kondisi sangat membutuhkan uang. []

Sumber: Kitab Mausu’atul Akhlaq waz Zuhdi war Raqaiq karya Yasir ‘Abdur Rahman.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

Sufyan bin Uyainah dan Anak Kecil yang Membawa Kertas dan Tinta

Ibrah

Kritik terhadap Orang Zuhud

Ibrah

Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah yang Zuhud

Ibrah

Firaun dan Keimanan Asiyah

Leave a Reply