Ibnu Qudamah al-Hanbali mengatakan,
“Dimakruhkan bagi seorang muslim tidak khatam baca Al Qur’an dalam 40 hari.” (Al-Mughni 2/611, Dar Alam al-Kutub)
Kita patut merenung seberapa kedekatan kita dengan al-Quran.
BACA JUGA: Bolehkah Wanita Haid Memegang Al Quran Terjemahan?
Mengapa banyak dari kita kesulitan untuk memenuhi standar minimal khatam baca al-Quran?
Jika standar minimal khatam baca al-Quran saja tidak bisa kita capai layakkah kita mengklaim sudah imbang dunia dan akhirat?
Jika standar minimal khatam baca al-Quran saja sulit untuk kita capai layakkah kita nasehati diri sendiri atau orang lain ‘jangan terlalu sibuk dengan akherat’?
BACA JUGA: 4 Tahap Menuju Nikmatnya Tilawah Alquran
Bukankah lebih tepat jika kita nasehati diri kita sendiri, “Wahai diri, jangan sibuk dengan dunia fana dan hal yang sia-sia karena ada akhirat yang jauh lebih utama.”
Semoga Allah memberikan maaf-Nya kepada penulis dan semua pembaca tulisan ini akan keteledoran diri sehingga ‘jauh’ dari al-Quran, kitab suci. Aamiin. []
✍🏻 Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I. | Reposted by : @pesanpositifharian
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


