عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ [رواه البخاري]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam: “Janganlah engkau Marah.”
Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: “Janganlah engkau Marah.” (HR. al-Bukhari)
BACA JUGA: 5 Cara Nabi Meredam Marah
Penjelasan Hadis
Syarh Arbain anNawawiyah, seorang laki-laki datang kepada Nabi dan meminta diberi wasiat. Nabi mewasiatkan kepadanya untuk jangan Marah. Hal itu diulangi beberapa kali, menunjukkan pentingnya wasiat tersebut.
Hal tersebut menunjukkan bahwa menahan Amarah memiliki kedudukan, manfaat, dan keutamaan yang tinggi.
Sebagian ulama’ menyatakan bahwa wasiat Nabi disesuaikan dengan keadaan orang yang meminta wasiat. Orang yang meminta wasiat tersebut adalah seorang pemarah, maka Nabi memberikan wasiat kepadanya agar jangan marah.
Kata sebagian para Ulama’ mengandung 2 makna:
1. Latihlah dirimu untuk senantiasa bersikap sabar dan pemaaf, jangan jadi orang yang mudah marah.
BACA JUGA: Keutamaan Menahan Amarah
2. Jika timbul perasaan marah dalam dirimu, kendalikan diri, tahan ucapan dan perbuatan agar jangan sampai terjadi hal-hal yang engkau sesali nantinya.
Tahan diri agar jangan sampai berkata atau berbuat hal-hal yang tidak diridhai Allah Subhaanahu Wata’ala. []
Disarikan dari penjelasan Syaikh Abdurrahman as-Sa’di Rahimahullah. | Al Ustaz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah. | http://telegram.me/alistiqomah
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


