Pada perang Badar—pertempuran besar yang menentukan antara kebenaran dan kebatilan—Iblis datang bersama pasukan setannya, membawa bendera seakan menjadi juru semangat bagi kaum musyrikin. Ia menjelma dalam rupa seorang lelaki dari Bani Mudlaj bernama Suraqah bin Malik bin Ju’syum. Dengan pongah ia berkata kepada kaum kafir Quraisy:
“Tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkan kalian hari ini. Aku adalah pelindung kalian.”
Namun ketika dua pasukan telah berhadap-hadapan, Rasulullah ﷺ mengambil segenggam debu dan menaburkannya ke arah pasukan musyrikin. Seketika pandangan mereka kacau dan barisan mereka porak-poranda. Saat itu malaikat Jibril datang, membuat Iblis ketakutan luar biasa. Ia pun lari terbirit-birit bersama bala tentaranya. Orang yang diserupainya berkata, “Wahai Suraqah, bukankah engkau pelindung kami?” Maka Iblis menjawab dengan ngeri:
“Aku melihat apa yang tidak kamu lihat.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/330; Ar-Rahiq Al-Makhtum, hal. 304)
BACA JUGA: Talbis Iblis atas Ahli Ibadah dalam Perkara Puasa
Kisah ini menjadi cermin bahwa pengkhianat tak pernah teguh pada janjinya. Iblis, makhluk yang pertama kali berkhianat terhadap Rabb-nya, terus mewariskan sifat itu kepada setiap manusia yang mengingkari janji.
Janji: Amanah yang Menentukan Kemuliaan
Fitrah yang lurus akan selalu memandang hina pengingkar janji. Ia dijauhi manusia dan kehilangan wibawa di mata Allah. Betapa banyak orang yang dengan mudah berucap janji, tetapi lisannya tidak pernah bersetia dengan kata-katanya.
Imam Al-Fudlail bin ‘Iyadh rahimahullah pernah berkata: “Orang mukmin itu jika berjanji, ia menepati. Sedangkan orang munafik, jika berjanji ia mengingkari.”
Maka barang siapa telah terbiasa bermain-main dengan janji, sesungguhnya ia sedang meniru sifat munafik. Rasulullah ﷺ bahkan menyebut pengkhianat sebagai manusia paling tercela di hadapan Allah.
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, kemudian mereka mengkhianati janjinya setiap kali, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).” (QS. Al-Anfal: 55–56)
Bendera Pengkhianatan di Hari Kiamat
Rasulullah ﷺ bersabda: “Bagi setiap pengkhianat (akan ditancapkan) bendera pada pantatnya di hari kiamat, sebagai tanda pengkhianatannya.” (HR. Muslim no. 1738)
BACA JUGA: Berhati-hatilah, Iblis Akan Membuatmu Merasa Sudah Jadi Baik
Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah menafsirkan, “Bendera itu kelak menjadi tanda kehinaan mereka di hadapan seluruh makhluk, sebagaimana dahulu mereka menjadikan pengkhianatan sebagai kebanggaan di dunia.”
Maka berhati-hatilah dari sifat Iblis dan pewarisnya. Siapa yang mengingkari janji, ia berjalan di jalan setan; tetapi siapa yang menepati janji, ia menapaki jalan para nabi dan orang-orang saleh.
Penutup
Menepati janji bukan sekadar akhlak mulia, tapi cermin dari iman yang benar. Pengkhianat bisa saja menipu manusia, namun tidak akan luput dari pandangan Rabb semesta alam. Maka jika engkau pernah berjanji, tunaikanlah meski terasa berat, sebab di hadapan Allah, janji adalah amanah yang akan ditagih.
Sebagaimana perkataan Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah:
“Janji adalah utang. Siapa yang mengingkarinya, ia telah memutus ikatan antara dirinya dan Allah.” []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


