Dalam kehidupan sehari-hari, manusia seringkali hanya menilai sesuatu dari ukurannya yang besar. Kita cenderung menyepelekan perkara kecil karena dianggap tidak membawa dampak yang berarti. Padahal, dalam timbangan Allah, setiap amal, sekecil apa pun, akan mendapatkan balasannya.
Syaikh Shalih al-Ushaimi hafizhahullah berkata:
ذرَّة الخير – وإن خفَّت – تُعدُّ في الميزان، فلا تُفرِّط فيها، ولا تحقِرنَّ من المعروف شيئًا؛ فربَّ ذرَّةٍ خرج بها صاحبها من النَّار.
“Kebaikan seberat zarrah -meskipun ringan- akan dihitung di timbangan, maka janganlah kamu meluputkannya. Kamu jangan pernah meremehkan kebaikan sedikitpun. Sebab, bisa jadi kebaikan seberat zarrah tersebut menyebabkan pelakunya keluar dari api neraka.”
BACA JUGA: Keutamaan Rezeki yang Halal dan Celaan Rezeki yang Haram
Ungkapan ini sejalan dengan firman Allah Ta’ala:
“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 7–8)
Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah pernah menasihati, “Jangan engkau remehkan kebaikan yang kecil, karena sesungguhnya gunung tersusun dari kerikil-kerikil kecil.” Kalimat ini mengingatkan bahwa amal saleh yang mungkin terlihat kecil di mata manusia, bisa menjadi besar di sisi Allah, terlebih jika dilakukan dengan ikhlas.
Contoh sederhana adalah senyum tulus kepada sesama muslim. Rasulullah ﷺ bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi). Sekilas hanya tarikan bibir, namun ia bisa bernilai pahala. Begitu pula dengan memberi seteguk air kepada yang haus, menyingkirkan duri dari jalan, atau mengucapkan salam dengan hati yang ikhlas. Semua tercatat sebagai amal kebaikan.
BACA JUGA: Riyadhush Shalihin Hadist 11: Niat Kebaikan dan Keburukan
Imam al-Ghazali rahimahullah juga menegaskan: “Tidak ada amal yang terlalu kecil bila diniatkan untuk Allah, dan tidak ada amal yang terlalu besar bila dilakukan tanpa ikhlas.” Hal ini menunjukkan bahwa yang terpenting bukan besar atau kecilnya amal, tetapi niat dan keikhlasan yang menyertainya.
Seringkali seseorang merasa, “Ah, ini cuma hal kecil, tak perlu dilakukan.” Namun, siapa tahu amal yang kecil itulah yang menjadi sebab Allah merahmati kita di hari akhir. Sebaliknya, kelalaian terhadap amal-amal kecil bisa menumpuk menjadi keburukan besar yang memberatkan timbangan dosa.
Maka, jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Mulailah dari yang sederhana, dari yang bisa kita lakukan setiap hari. Sebab, bisa jadi sebuah amal ringan yang kita anggap remeh menjadi penyelamat kita dari panasnya api neraka. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


