JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 11: Niat Kebaikan dan Keburukan

Dari Abul Abbas, yaitu Abdullah bin Ab-bas bin Abdul Muththalib ra, dari Rasulullah ﷺ dalam suatu uraian yang dituturkannya dari Tuhannya, beliau bersabda,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيِّنَ ذلك: فَمَنْ هُمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلُهَا كَتَبَهَا اللَّهُ عِنْدَهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً وَإِنْ هَمْ بهَا فَعَمَلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عَشْرَ حَسَنَاتِ إِلَى سَبْعِمَائة ضعف إِلَى أَضْعَافِ كَثِيرَةٍ، وَإِنْ هُمَّ بِسِيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلُهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمْ بِهَا

فَعَمَلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

“Sesungguhnya Allah SWT mencatat semua kebaikan dan keburukan, kemudian menerangkan, ‘Barangsiapa bermaksud mengerjakan kebaikan, kemudian tidak jadi melakukannya, maka dicatat Allah sebagai suatu kebaikan yang sempurna di sisi-Nya.

“Barangsiapa bermaksud mengerjakan kebaikan kemudian ia melakukannya, maka dicatat Allah sebagai sepuluh kebaikan di sisi-Nya, hingga tujuh ratus kali lipat, atau bahkan berlipat ganda. Barangsiapa bermaksud mengerjakan keburukan kemudian tidak jadi melakukannya, maka dicatat Allah SWT sebagai suatu kebaikan yang sempurna di sisi-Nya. Dan barangsiapa bermaksud mengerjakan keburukan kemudian jadi melakukannya, maka dicatat Allah SWT sebagai satu keburukan saja di sisi-Nya.” (Muttafaq ‘alaih)

Hadits ini diriwayatkan Muslim dalam kitab Iman bab “Apabila Seorang Hamba Meniatkan suatu Kebaikan, maka Kebaikan itu Dicatat. Dan Bila la Meniatkan suatu Kejahatan, maka ia tidak Dicatat” dan Bukhari dalam kitab Kelembutan Hati bab “Orang yang Meniatkan Kebaikan atau Kejahatan.” (11/227)

BACA JUGA:  Riyadhush Shalihin Hadist 10: Menunggu Shalat dalam Masjid

Penjelasan Kata

يروى عن ربه Meriwayatkan dari Tuhannya Maksudnya, hadits ini adalah hadits qudsi, yaitu wahyu yang disampaikan Allah SWT untuk Nabi ﷺ melalui ilham atau mimpi, atau dengan cara penyampaian wahyu lainnya. Kemudian wahyu itu diungkapkan dengan bahasa Nabi ﷺ namun kedudukannya tidak seperti Al-Qur’an, baik dari segi mukjizatnya, kemutawatirannya, kemakruhan membawanya bagi yang tidak punya wudhu, atau hal-hal lain yang terkait dengan keistimewaan Al-Qur’an.

تعالى Mahatinggi. Maksudnya, Allah SWT Mahasuci dari segala hal yang tidak layak bagi-Nya.

كتب Menulis. Maksudnya, Allah SWT memerintahkan malaikat-Nya untuk menuliskannya.

Berniat. Maksudnya, menghendaki sekaligus memiliki tekad yang kuat untuk mengerjakannya.

عنده Di sisi-Nya. Maksudnya, di sisi Allah SWT selayaknya dengan keagungan dan kesempurnaan-Nya. Sebuah pendapat mengatakan bahwa ini maksudnya adalah kehormatan dan kemuliaan, karena Allah Mahasuci dari kebutuhan terhadap tempat.

BACA JUGA:  Riyadhush Shalihin Hadist 9: Bila 2 Orang Muslim Berniat Saling Membunuh

Mutiara-Mutiara Hadits

1. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan, maka dicatatlah baginya satu nilai kebaikan, walaupun ia batal melakukannya. Karena, niat untuk melakukan kebaikan merupakan penyebab seseorang untuk melakukan kebaikan itu. Sedangkan penyebab kebaikan itu merupakan sebuah kebaikan.

2. Barangsiapa bermaksud mengerjakan kejahatan, tetapi kemudian membatalkan niatnya karena Allah SWT dan bukan karena alasan yang lain, maka dicatatlah bagi-Nya satu kebaikan. Karena, pembatalan niatnya dari melakukan keburukan itu merupakan suatu kebaikan. Maka, sebagai balasannya ia diberikan kebaikan. Apabila ditanya, “Mengapa keinginan melakukan keburukan tidak dicatat sebagai sebuah keburukan?” Jawabnya, “Karena adanya keinginan untuk membatalkan niat itu datang belakangan, sehingga hal itu dapat menghapus keinginan yang pertama, sebagaimana terlihat dalam firman Allah SWT. Perbuatan perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan.” (Huud: 114) []

Sumber: Nuzhatul Muttaqiin Syarhu Riyaadhish Shaalihiin (Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 1) / Penulis: Imam an-Nawawi (Pensyarah: Musthafa Dib al-Bugha dkk -Penerjemah: Misbah) / Penerbit: Asli Darul Musthafa / Gema Insani

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 12: Tawasul dengan Doa

Hadist

Riyadhush Shalihin Hadist 10: Menunggu Shalat dalam Masjid

Hadist

Hadits Qudsi ke-6 tentang Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam Banyak Membaca Subhanallahi wa Bihamdih, Astaghfirullah, Wa Atubu Ilaih

Hadist

Hadits Qudsi 6: tentang Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam Banyak Membaca "Subhanallahi wa Bihamdih, Astaghfirullah, wa Atubu Ilaih"