JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Renungan

Kehidupan Dunia Hanyalah Permainan dan Perhiasan, Jangan Sampai Terlena!

Kehidupan Dunia

Manusia sering kali menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengejar berbagai kesenangan dunia. Ada yang sibuk mengumpulkan harta, mengejar jabatan, memperindah penampilan, hingga berlomba-lomba menunjukkan keberhasilan kepada orang lain. Padahal, Al-Qur’an telah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan penuh dengan kesenangan yang dapat melalaikan manusia dari akhirat.

Allah SWT memberikan gambaran yang sangat jelas tentang hakikat kehidupan dunia melalui firman-Nya dalam Al-Qur’an.

Dunia Hanyalah Permainan dan Perhiasan

Allah SWT berfirman:

“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia ini hanyalah permainan, hiburan, perhiasan, saling berbangga, dan berlomba-lomba dalam kekayaan serta anak keturunan. Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, tetapi kemudian tanaman itu menjadi kering dan engkau melihatnya menguning, lalu hancur.” (QS. Al-Hadid: 20).

BACA JUGA: Dunia Itu Sementara, Kubur Itu Panjang

Ayat ini menjelaskan bahwa kehidupan dunia memiliki berbagai kesenangan yang sering membuat manusia terlena. Harta, anak, kedudukan, dan kemewahan bisa menjadi kebanggaan, tetapi semuanya tidak akan berlangsung selamanya.

Allah mengumpamakan kehidupan dunia seperti tanaman yang tumbuh subur setelah terkena hujan. Awalnya terlihat indah dan mengagumkan, tetapi perlahan menjadi kering hingga akhirnya hancur.

Begitulah gambaran kehidupan manusia. Masa muda akan berlalu, kekayaan bisa berkurang, dan kedudukan tidak selamanya dapat dipertahankan.

Jangan Terlalu Sibuk Mengejar Dunia

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan bahwa dunia bukanlah tempat tinggal yang abadi.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang pengembara yang sedang dalam perjalanan.” (HR. Bukhari no. 6416).

Hadis ini mengajarkan agar seorang Muslim tidak menjadikan dunia sebagai tujuan akhir kehidupannya. Dunia hanyalah tempat singgah untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma juga pernah memberikan nasihat berdasarkan hadis tersebut agar seseorang tidak menunda amal kebaikan dan memanfaatkan waktu sehat sebelum datang sakit.

BACA JUGA: Janganlah Terlalu Disibukkan dengan Dunia

Jadikan Dunia sebagai Bekal Menuju Akhirat

Bukan berarti seorang Muslim dilarang mencari kekayaan, bekerja keras, memiliki rumah bagus, atau menikmati rezeki yang halal. Islam justru mengajarkan umatnya untuk berusaha dan memanfaatkan nikmat Allah dengan baik.

Namun, jangan sampai kesibukan dunia membuat seseorang melupakan shalat, meninggalkan kewajiban, atau menghalalkan segala cara demi mendapatkan kekayaan.

Allah SWT berfirman:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77).

Karena itu, jadikan dunia sebagai ladang amal, bukan tujuan akhir. Sebab, sebanyak apa pun harta yang dikumpulkan, semuanya akan ditinggalkan. Pada akhirnya, bukan kemewahan yang menjadi bekal perjalanan menuju akhirat, melainkan iman dan amal saleh yang dikerjakan selama hidup. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Renungan

Mending Tidak Tahu Hukumnya daripada Berdosa?

Renungan

Keutamaan Tadabur

Renungan

Saudaraku, Bukankan telah Usiamu Dipanjangkan?

Renungan

Mengapa Ujian Nikmat Lebih Berat daripada Ujian Derita?