Nama Abu Lahab begitu terkenal dalam sejarah Islam. Ia bukan orang asing bagi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Ia bahkan termasuk paman Nabi.
Namun, kedekatan hubungan darah tidak membuatnya selamat.
Allah Ta’ala mengabadikan kecelakaannya dalam Al-Qur’an:
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.” (QS. Al-Lahab: 1–2).
BACA JUGA: 2 Putri Nabi yang Diceraikan 2 Putra Abu Lahab
Mengapa disebut kedua tangannya?
Para ulama tafsir menjelaskan, ungkapan tersebut menunjukkan kebinasaan dan kerugian Abu Lahab secara keseluruhan. Tangan menjadi simbol dari perbuatan manusia, karena dengan tangan seseorang bekerja, menolong, memberi, atau justru melakukan kezaliman.
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan celaan dan doa kebinasaan bagi Abu Lahab karena permusuhannya yang keras terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Abu Lahab bukan sekadar menolak dakwah Nabi. Ia juga menyakiti dan menghalangi beliau.
Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajak manusia kepada tauhid, Abu Lahab justru menjadi salah satu orang yang paling keras menentang.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Lihatlah bagaimana lisan dan perbuatan dapat menjadi sebab keselamatan atau kebinasaan.
Abu Lahab memiliki kedudukan. Ia memiliki harta. Ia memiliki keluarga. Tetapi semuanya tidak mampu menyelamatkannya ketika ia memilih memusuhi kebenaran.
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengingatkan bahwa seorang mukmin hendaknya takut terhadap akibat amalnya, sebab seorang hamba tidak mengetahui dengan amal apa ia akan mendapatkan keselamatan atau kebinasaan.
BACA JUGA: Berlindung dari Kecelakaan dan Kematian yang Mengerikan
Pelajarannya jelas.
Jangan merasa aman hanya karena memiliki harta, kedudukan, keluarga, atau nama besar.
Yang menyelamatkan seseorang bukan hubungan darah dengan orang saleh, tetapi iman dan amal saleh.
Tangan yang digunakan untuk menolong agama Allah akan menjadi sebab kebaikan.
Sebaliknya, tangan yang digunakan untuk kezaliman dapat menjadi saksi atas kebinasaan pemiliknya.
Karena itu, Sahabat Islampos, mari kita jaga tangan, lisan, dan seluruh anggota tubuh agar selalu berada di jalan yang diridai Allah. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


