JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Sirah

2 Putri Nabi yang Diceraikan 2 Putra Abu Lahab

Di antara bentuk permusuhan paling awal terhadap Rasulullah ﷺ adalah apa yang dilakukan oleh pamannya sendiri, Abu Lahab, beserta keluarganya. Permusuhan itu tidak hanya berupa ucapan dan sikap, tetapi juga menyentuh ranah keluarga Nabi ﷺ. Salah satu peristiwa yang masyhur adalah perceraian dua putri Rasulullah ﷺ oleh dua putra Abu Lahab, atas tekanan langsung dari ayah mereka.

Putri Nabi ﷺ yang Terlibat

Dua putri Rasulullah ﷺ yang mengalami peristiwa ini adalah:

Ruqayyah binti Muhammad ﷺ
Ummu Kultsum binti Muhammad ﷺ

Keduanya adalah putri Rasulullah ﷺ dari istri beliau, Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha.

BACA JUGA:  Putra-Putri Nabi, Siapa Saja?

Putra Abu Lahab

Dua putra Abu Lahab yang menikahi putri-putri Nabi ﷺ sebelum diutusnya Rasulullah ﷺ adalah:

‘Utbah bin Abi Lahab
‘Utaibah bin Abi Lahab

Ruqayyah dinikahkan dengan ‘Utbah, sedangkan Ummu Kultsum dinikahkan dengan ‘Utaibah. Pernikahan ini terjadi sebelum masa kenabian, ketika hubungan kekeluargaan Bani Hasyim masih terjaga secara lahiriah.

Turunnya Surah Al-Lahab

Ketika Rasulullah ﷺ mulai berdakwah secara terang-terangan, Abu Lahab menjadi salah satu penentang paling keras. Puncaknya, Allah ﷻ menurunkan Surah Al-Lahab:

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sungguh dia akan binasa.”
(QS. Al-Lahab: 1)

Turunnya surah ini semakin membakar kemarahan Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil.

Perintah Abu Lahab untuk Menceraikan Putri Nabi ﷺ

Sebagai bentuk tekanan dan permusuhan terhadap Rasulullah ﷺ, Abu Lahab memerintahkan kedua putranya untuk menceraikan putri-putri Nabi ﷺ.

Ibnu Ishaq رحمه الله berkata:

“Ketika turun Surah Tabbat Yada Abi Lahab, Abu Lahab berkata kepada kedua putranya:
‘Kepalaku haram bagiku jika kalian tidak menceraikan kedua putri Muhammad.’”

(Sirah Ibnu Ishaq, diriwayatkan dalam Sirah Ibnu Hisyam, 1/384)

Akhirnya, ‘Utbah menceraikan Ruqayyah, dan ‘Utaibah menceraikan Ummu Kultsum, sebelum keduanya sempat hidup sebagai suami-istri secara sempurna.

Sikap Putri Rasulullah ﷺ

Perceraian ini bukanlah aib bagi Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Justru, ia menjadi bukti kemuliaan dan kesabaran keluarga Nabi ﷺ dalam menghadapi ujian dakwah.

Ibnu Katsir رحمه الله menegaskan:

“Allah mengganti Ruqayyah dan Ummu Kultsum dengan suami yang lebih baik, lebih mulia, dan lebih dekat kepada Rasulullah ﷺ.”

(Al-Bidayah wan Nihayah, 3/40)

Pengganti yang Lebih Mulia

Allah ﷻ benar-benar mengganti mereka dengan kebaikan:

Ruqayyah radhiyallahu ‘anha dinikahi oleh ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, dan berhijrah bersamanya ke Habasyah.

Setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah ﷺ menikahkan Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha dengan ‘Utsman pula.

Karena itulah, ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu mendapat gelar istimewa:

Dzun Nurain (Pemilik Dua Cahaya),
karena menikahi dua putri Rasulullah ﷺ.

BACA JUGA:  Penghinaan untuk Abu Lahab dan Istrinya

Hikmah dari Peristiwa Ini

Permusuhan terhadap dakwah sering dimulai dari orang terdekat.

Kesabaran keluarga Nabi ﷺ adalah bagian dari keteguhan dakwah.

Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, akan Allah ganti dengan yang lebih baik.

Sebagaimana firman Allah ﷻ:

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. Ath-Thalaq: 2–3) []

Rujukan Utama
Sirah Ibnu Hisyam, 1/384
Al-Bidayah wan Nihayah – Ibnu Katsir, 3/40
Tafsir Ibnu Katsir pada QS. Al-Lahab
Usdul Ghabah – Ibnu Atsir

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Sirah

Nabi dan Abu Bakar, Ibaratnya …

Sirah

Meninggalnya Fathimah binti Muhammad

Sirah

Rasulullah pada Ibnu Mas’ud: Bacakan Al-Quran di Hadapanku

Sirah

Tangan di Atas, Jiwa yang Merdeka: Kisah Hakim bin Hizam