JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Keutamaan Bershalawat pada Nabi ﷺ

Ketawadhu'an Rasulullah ﷺ

Dalam firman-Nya, Allah ﷻ  menyebutkan, “Barang siapa membawa amal baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya” (QS. Al An’am, 160)

Dari ayat di atas, Allah secara tegas menetapkan bahwa orang yang mengerjakan satu kebaikan saja, akan mendapat imbalan (pahala) sepuluh kali lipat dari kebaikannya.

Salah satu dari sekian amal baik itu adalah bershalawat kepada Nabi ﷺ. Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah SAWﷺ pernah bersabda, “Barang siapa yang bershalawat (mendoakan dapat rahmat) untukku satu kali, maka Allah akan memberinya rahmat sepuluh kali lipat.” (HR. Muslim dan lainnya dari Abu Hurairah)

Bershalawat kepada Nabi adalah suatu kebaikan, maka sesuai dengan pernyataan dalam Al Qur’an dan hadits tersebut di atas, Allah juga akan memberikan imbalan sepuluh derajat di surga.

Rasulullah ﷺ juga mengabarkan bahwa Allah akan memberikan sepuluh rahmat (bershalawat) sepuluh kali bagi orang yang bershalawat kepada RasulNya.

Hal ini merupakan relevansi dari janji Allah sendiri bahwa, “Dia (Allah) menjadikan pahala orang yang selalu mengingatNya dengan selalu mengingat pula terhadap hambaNya itu” (QS. Al Baqarah, 152), dan pahala bagi orang yang mengingat NabiNya, yaitu dengan mengingat orang itu kembali.

Imam Al Iraqi berkata, “Bahkan tidak hanya sebatas itu saja, tetapi Allah akan menambahkannya dengan menulis sepuluh kebaikan, juga menghapus darinya sepuluh keburukan, dan mengangkatnya sepuluh derajat.”

Dan ini juga sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits, di antaranya:

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang ketika namaku disebut di hadapannya, maka hendaklah dia bershalawat kepadaku. Apabila dia bershalawat kepadaku sekali saja, maka Allah akan bershalawat (menurunkan rahmat) kepadanya sepuluh kalinya.”

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali, menghapus darinya sepuluh kesalahan, dan meninggikannya sepuluh derajat.” (HR. An Nasai dan Ibnu Hibban di dalam Shahihnya)

Dalam sabdanya yang lain Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang jika diriku disebut dihadapannya, maka bershalawatlah kepadaku.”

Dari hadits ini, tampaknya seruan Rasul ﷺ di sini merupakan kewajiban, hal ini juga dengan mengacu pada dalil sabda beliau dalam hadits berikut ini, “Orang yang kikir ialah orang yang jika diriku disebut di hadapannya, tetapi dia tidak bershalawat kepadaku.” (HR. An Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Dari Ibnu Mas’ud RA dari Rasulullah ﷺ , beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang selalu berkeliling untuk menyampaikan salam umatku untukku.” (HR. Ahmad dan Nasai).

Juga dari Ibnu Mas’ud, mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang paling aku utamakan nanti di hari Kiamat ialah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya)

Seseorang dianjurkan memperbanyak bershalawat kepada Nabi SAW terutama pada hari yang paling utama, yaitu jum’at, sebagaimana sabda Nabi ﷺ, “Di antara hari-hari yang utama bagi kalian adalah hari jum’at, pada hari itulah Adam diciptakan dan wafatnya pun pada hari itu, hari ditiupnya sangkakala dan hancurnya alam semesta ini. Maka perbanyaklah bacaan shalawatmu kepadaku di hari itu, karena shalawatmu selalu diperlihatkan kepadaku”. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana mungkin shalawat kami diperlihatkan kepadamu tatkala engkau sudah menjadi tulang belulang?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan atas bumi untuk menelan jasad (tubuh) para Nabi”. (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain dari Aus bin Aus RA). []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Talbis Iblis terhadap Para Penceramah, Pemberi Nasihat, dan Penutur Kisah

Kajian

3 Penyakit Hati: Cinta Dunia, Kedudukan, dan Pujian

Kajian

Mengapa Rasulullah Diperintahkan untuk Beristighfar ketika Fathu Mekkah?

Kajian

Dalam Al-Quran, Mengapa yang Disebutkan Celaka Hanya Tangan Abu Lahab?

Leave a Reply