JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Keutamaan Istighfar yang Besar

Dari Abdullah bin Abbas ra berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عن ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ (رواه أحمد وأبي داود وابن ماجه)

“Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari segala kesulitan-kesulitannya, kelapangan dari segala kesempitan-kesempitannya, dan Allah berikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Ibnu Majah)

BACA JUGA:Istighfar, 1 dari 2 Hal dalam Hidup Seorang Muslim

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 2123), serta oleh Abu Daud dan Ibnu Majah. Hadits ini menunjukkan betapa besar kedudukan istighfar dalam kehidupan seorang mukmin.

Secara bahasa, istighfar berasal dari kata ghafara (غفر) yang berarti “ampunan”. Maka istighfar berarti permohonan ampun kepada Allah atas segala dosa, kesalahan, dan kelalaian. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa istighfar adalah “penutup dosa” yang menjadi sebab turunnya rahmat dan diangkatnya kesulitan.

Manusia tidak pernah lepas dari dosa. Nabi ﷺ bersabda:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ (رواه الترمذي)

“Setiap anak Adam banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata, “Perbanyaklah istighfar di rumahmu, di perjalananmu, di majelismu, dan di mana pun engkau berada, karena engkau tidak tahu kapan rahmat Allah turun.” Beliau juga berkata bahwa istighfar adalah sebab turunnya hujan, tumbuhnya tanaman, dan terbukanya pintu rezeki, sebagaimana firman Allah dalam QS. Nuh [71]:10–12.

BACA JUGA:  Istighfar, Penambah Kebaikan

Para ulama salaf membedakan antara istighfar dan taubat: istighfar adalah permohonan ampun atas dosa-dosa kecil, sedangkan taubat mencakup penyesalan, meninggalkan dosa besar, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Maka, siapa pun yang memperbanyak istighfar, Allah akan lapangkan dadanya, mudahkan urusannya, dan limpahkan rezekinya dari arah yang tak disangka-sangka.

Istighfar bukan sekadar ucapan, tetapi gerak hati yang penuh penyesalan dan harapan. Ia adalah kunci rahmat, pintu rezeki, dan jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Jangan Lupa Berdoa di Hari Arafah

Ibadah

Cara Sujud dalam Shalat yang Benar

Ibadah

Membaca Quran Itu

Ibadah

Bolehkah Lakukan Shalat Dhuha dengan Niat untuk Dapatkan Rezeki?