4. Bahwa puasanya dapat menghapus dua tahun
Terdapat dari Abu Qatadh radhiallahu anhu sesunguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam ditanya puasa hari Arafah maka beliau bersabda:
يكفر السنة الماضية والسنة القابلة (رواه مسلم)
“Dapat menghapus dosa tanun lalu dan tahun depan.” (HR. Muslim)
Hal ini dianjurkan bagi selain jamaah haji. Bagi jamaah haji tidak dianjurkan baginya berpuasa di hari Arafah. Karena Nabi sallallahu alaihiwa sallam meninggalkan puasa. Diriwayatkan darinya, bahwa beliau melarang berpuasa di hari Arafah di Arafah.
BACA JUGA: Rahasia Ibadah Haji
5. Dia adalah hari ketika Allah mengambil sumpah janji kepada keturunan Adam.
Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إن الله أخذ الميثاق من ظهر آدم بنعمان – يعني عرفة – وأخرج من صلبه كل ذرية ذرأها ، فنثرهم بين يديه كالذر ، ثم كلمهم قبلا ، قال : ” ألست بربكم قالوا بلى شهدنا أن تقولوا يوم القيامة إنا كنا عن هذا غافلين (172) أو تقولوا إنما أشرك آباؤنا من قبل وكنا ذرية من يعدهم أفتهلكنا بما فعل المبطلون (سورة الأعراف :172-173 ، رواه أحمد وصححه الألباني)
“Sesungguhnya Allah mengambil janji setia dari punggung Adam di Nikman –maksudnya Arafah – dan mengeluarkan dari tulang rusuknya semua keturunan yang melanjutkannya. Dan disebarkan diantara kedua tangannya seperti biji. Kemudian semua ditanya sebelumnya, seraya mengatakan: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan). atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu.” (QS. Al-A’raf: 172-173, HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albany)
Alangkah indahnya hari itu dan sungguh agungnya janji setia itu.
6.Dia adalah hari ampunan dosa dan pembebasan dari neraka serta hari dimana Allah membanggakan orang yang wukuf.
Dalam shahih Musim dari Aisyah radhiallahu anha dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
ما من يوم أكثر من أن يعتق الله فيه عبدا من النار من يوم عرفة ، وإنه ليدنو ثم يباهي بهم الملائكة فيقول : ما أراد هؤلاء ؟ (رواه مسلم)
“Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan seorang hamba dari neraka di banding pada hari Arafah. Sesungguhnya Dia mendekat dan membanggakannya (di hadapan) para malaikat, seraya bertanya, “Apa yang mereka inginkan?”
BACA JUGA: 10 Keutamaan Istighfar
Dari Ibnu Umar sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إن الله تعالى يباهي ملائكته عشية عرفة بأهل عرفة ، فيقول : انظروا إلى عبادي أتوني شعثا غبرا (رواه أحمد وصححه الألباني)
“Sesungguhnya Allah membanggakan penduduk Arafah kepada malaikat-Nya pada siang Arafah, Seraya berfirman, “Lihatlah kepada hamba-Ku mereka datang dalam kondisi lusuh dan berdebu.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Albani)
Wallahu a’lam. []
SUMBER: ISLAMQA
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


