Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
إذا مرِض العبدُ بعث اللهُ إليه ملكين فقال: انظرا ما يقولُ لعوَّادِه؟ فإنْ هو إذا جاءوه حمِد اللهَ وأثنى عليه رفعَا ذلك إلى اللهِ وهو أعلمُ
“Apabila seorang hamba sakit, Allah mengutus kepadanya dua malaikat. Allah berfirman kepada keduanya, “Lihatlah oleh kalian berdua, apa yang dikatakan hamba-Ku kepada para penjenguknya..” Ketika penjenguknya datang, dia (hamba yang sakit tsb) memuji Allah dan menyanjung-Nya. Kedua malaikat itu mengangkat perkara tersebut kepada Allah dan Allah lebih mengetahuinya.
BACA JUGA: Di Balik Sakit yang Ditimpakan kepada Kita
Allah Ta’ala berfirman :
لعبدي عليَّ أنْ أدخلَه الجنَّةَ وإن أنا شفيتُه أنْ أبدلَه لحمًا خيرًا من لحمِه وأنْ أُكفرَ عنه سيئاتِه.
“Jika Aku wafatkan hamba-Ku tersebut, wajib bagi-Ku untuk memasukkannya ke dalam surga. Namun, bila Aku menyembuhkannya, Aku akan gantikan untuknya daging yang lebih baik daripada dagingnya, darah yang lebih baik daripada darahnya, dan Aku hapuskan darinya kesalahan-kesalahannya..” (HR. Imam Malik dalam al-Mawaththo, Al-Albani mengatakan hadits hasan lighoyrihi dalam Shohih at-Targhiib no. 3431)
Bahkan jika seorang manusia tertimpa demam ada penjelasannya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Sesungguhnya penyakit demam (panas) adalah berasal dari panas neraka jahannam.” (HR. Imam Bukhari)
Hampir semua manusia pasti pernah mengalami sakit demam. Bahkan demam tersebut merupakan jatah dari neraka bagi setiap umat Islam. Dari Munad Ibnu Syihab dan dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu pernah berkata, “Demam adalah bagian jatah seorang mukmin dari neraka.”
Bahkan sakit demam pun juga pernah dirasakan oleh Rasulullah sendiri, hingga panasnya dua kali lipat panas dari demam manusia kebanyakan.
BACA JUGA: Sakit dan Ujian Akan Menghapus Dosa
Abu Sa’id Al-Khudri RA berkata, “Aku pernah mengunjungi Rasulullah yang saat itu sedang sakit. Kemudian Aku letakkan tanganku di atas selimut Rasulullah, aku dapati panasnya (sangat panas karena yang disentuh adalah selimutnya, bukan badannya). Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, betapa beratnya demam ini!’ Lalu Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya kami para nabi, diberi ujian yang sangat berat, sehingga pahala kami dilipat gandakan.’
Abu Said pun bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat ujiannya?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Para nabi, kemudian orang saleh. Sungguh ada di antara mereka yang diuji dengan kemiskinan, sehingga harta yang dimiliki tinggal baju yang dia gunakan. Sungguh para nabi dan orang saleh itu, lebih bangga dengan ujian yang dideritanya, melebihi kegembiraan kalian ketika mendapat rezeki.’ (HR. Al-Baihaqi) []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


