JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Keutamaan Shalat Rawatib dan Dhuha

عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهَا قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا، غَيْرَ فَرِيضَةٍ، إِلَّا بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ، أَوْ إِلَّا بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ» (صحيح مسلم 1/ 503 )

Dari Ummu Habibah radhiyallahu anha, istri Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

”Tidaklah seorang hamba muslim shalat karena Allah setiap hari dua belas rakaat sunnah selain shalat wajib kecuali Allah membangun baginya satu rumah di surga atau kecuali dibangunkan baginya satu rumah di surga.” (HR Muslim 1/503).

Para ulama menyebutkan bahwa hadis ini menunjukkan keutamaan shalat Sunnah yang dilakukan sebanyak 12 rakaat secara umum, bukan hanya shalat Rawatib, tetapi termasuk juga shalat Dhuha.

BACA JUGA:  Waktu Shalat Dhuha

Adapun shalat sunnah Rawatib yang hukumnya sunnah muakkadah ada 10 rakaat, sebagaimana disebutkan hadis Ibnu Umar riwayat muttafaqun ‘alaihi.

Yaitu 2 rakaat sebelum Dhuhur dan 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat setelah Maghrib dan 2 rakaat setelah ‘Isya dan 2 rakaat sebelum Shubuh.

Adapun shalat Jumat seperti shalat Dhuhur sebagaimana pendapat Jumhur Ulama.

Sedangkan shalat sunnah qobliyah Subuh, maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sangat menjaganya dibandingkan shalat sunnah rawatib yang lain. Bahkan disebutkan dalam shahih Muslim:

«رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا»

“ Dua rakaat sunnah Fajar, lebih baik dari dunia dan segala isinya.” (HR Muslim 1/501)

Sedangkan keutamaan shalat Dhuha, disebutkan dalam hadis:

عَنْ أَبِي ذَرٍّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ: «يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى»

Dari Abu Dzar radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

BACA JUGA: Shalat Sunnah Rawatib Muakad

“Setiap pagi persendian setiap kalian diwajibkan sedekah. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah dan nahi mungkar adalah sedekah, dan itu semua dicukupkan dengan dua rakaat seorang muslim dari rakaat Dhuha.” (HR Muslim 1/498)

Hadis di atas menunjukkan kewajiban kita untuk bersyukur, bahwa di antara bentuk syukurnya adalah bahwa setiap persendian diwajibkan sedekah.

Jika kita mengucapkan zikir, baik itu tasbih, tahmid, tahlil dan takbir semuanya berarti kewajiban sedekah persendian sudah tertunaikan.

Dan itu semua bisa dicukupi dengan shalat Dhuha dua rakaat. Meskipun shalat Dhuha minimal 2 rakaat, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah menunaikannya sampai 8 rakaat. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

9 Adab Berdoa Agar Segera Dikabulkan

Ibadah

Bolehkah Dzikir Setelah Sholat Fardhu Tidak Berurutan?

Ibadah

Waktu Shalat Tahajud

Ibadah

Shalat Berjamaah, Menjaga Kita dari Neraka dan Sifat Munafik

Leave a Reply