Hasad (dengki) adalah suatu keinginan supaya kenikmatan yang diperoleh oleh orang lain hilang dan berpindah pada dirinya atau orang selainnya.
Perasaan tidak suka bila ada orang lain mengunggulinya dalam satu hal tertentu adalah sifat yang manusiawi. Namun, meskipun si-fat seperti ini merupakan tabiat manusia, dia tetap merupakan sikap yang tercela.
Dengki hukumnya adalah haram. Allah SWT sangat mencela perbuatan ini, sebagaimana tampak dalam beberapa firman-Nya yang berisi kritikan terhadap sikap Bani Israil,
وَذَكَثِيرُ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ . (۱۹)
“Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, kare-na rasa dengki dalam diri mereka….” (al-Baqarah: 109)
BACA JUGA: Kedengkian: Api yang Membakar Kebaikan
“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh. Kami telah mem-berikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar.” (an-Nisaa’: 54)
Imam Ahmad dan at-Tirmidzi mencatat hadits yang diriwayat-kan oleh az-Zubair ibnul ‘Awwam, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
“Penyakit umat-umat sebelummu akan merambah kepadamu: dengki dan permusuhan. Permusuhan laksana gunting. Bukan rambut yang dipangkas, tapi agamalah yang terpangkas. Demi Zat yang menguasai Muhammad, kalian ini belum beriman (dengan keimanan yang sempur-na) hingga kalian bisa saling mengasihi. Inginkah kalian saya beri tahu hal yang bila kalian melakukannya maka kalian akan saling mengasihi? Sebarkan salam di antara kalian.”
Imam Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadits yang diceritakan oleh sahabat Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ, bersabda,
“Janganlah kalian dengki. Karena sesungguhnya kedengkian akan memberangus kebajikan sebagaimana api membakar kayu bakar.”
BACA JUGA: Haramnya Sifat Dengki
Imam al-Hakim juga mencatat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., “Rasulullah bersabda, ‘Umatku akan terjang kiti penyakit umat-umat terdahulu Para sahabat bertanya, “Wahai Nabi Allah. Apa itu penyakit umat-umat terdahulu? Nabi menjawab, ‘Senang bersuka ria, tidak mau mensyukuri nikmat dan bersikap sombong, memperbanyak harta dan berlomba-lomba dalam masalah keduniaan, saling bermusuhan dan saling dengki, hingga akhirnya banyak terjadi perzinaan dan pembunuhan.” []
Sumber: Akhlak Rasul, Menurut Al-Bukhari dan Muslim / Penulis: Abdul Mun’im al-Hisyami / Penerbit: Gema Insani Press / Cetakan Kedelapan, Dzulhijjah 1441 H / Agustus 2019 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


