Dengan tubuh yang khusyuk dan kurus, Abu Hanifah An-Nu’man berdiri di mihrabnya, la membaca Al-Quran, membaca kalam Rabbnya dengan pelan hingga sampai alhakumut takatsur. la terus membacanya. Setiap kali usai membaca surah ini, ia membacanya lagi. la terus membacanya berulang-ulang sampai Subuh tiba (Manaqib Al-Imam Al-Azham, 1:246)
Tidak Pernah Tidur di Malam Hari
Ketika Abu Hanifah berada di tengah-tengah sejumlah sahabat-sahabatnya, tanpa diduga ia mendengar seseorang berkata kepada temannya, “Dia itu Abu Hanifah, ia tidak pernah tidur di malam hari.”
BACA JUGA: Jangan Berkata Buruk tentang Abu Hanifah
Abu Hanifah berkata, “Aku di mata manusia tidak seperti aku di mata Allah. Aku tidak akan tidur hingga bertemu Allah. Demi Allah, jangan ada lagi seorang pun yang membicarakan sesuatu tentang diriku yang tidak aku lakukan. Sejak saat itu, ia menghidupkan malam dengan shalat, berdoa, dan memohon. Saat hendak shalat malam, ia berhias hingga menyisir jenggotnya.” []
Sumber: 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Abi Hanifah An-Nu man -100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Malik bin Anas – 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Asy-Syafii – 100 Qishatan wa Qishah min Hayati Al Imam Ahmad bin Hanbal (400 Kisah Hidup Imam Empat Madzhab) /Penulis: Dr Muhammad Shiddiq Al-Minsyawi / Penerbit: Zam Zam Cetakan V: September 2023
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


