JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

KajianUncategorized

Talbis Iblis terhadap Kaum Dahriyin

Ibnul Jauzi berkata: “Iblis telah menjadikan mayoritas manusia beranggapan bahwasanya tidak ada Tuhan serta tidak ada Pencipta, dan bahwasanya segala sesuatu itu terjadi dengan sendirinya, tanpa ada yang mengadakannya. Hal itu terjadi karena ketika mereka tidak bisa mengetahui adanya Sang Pencipta dengan indranya, tidak perlu akal untuk mengetahui-Nya, maka mereka pun mengingkari-Nya.”

Mungkinkah seseorang yang berakal sehat meragukan keberadaan Sang Pencipta? Seorang yang melewati sebuah lembah yang tampa bangunan, kemudian saat dia kembali melewati lembah itu didapatinya ada tembok yang terbangun, maka dia pun akan meyakini bahwa ada orang yang membangun tembok tersebut.

Lalu bagaimana pula dengan bumi yang terhampar luas, langit yang terjunjung tinggi, bangunan-bangunan yang berdiri megah dan amat menakjubkan ini, serta tatanan alam yang berjalan penuh dengan hikmah ini; bukankah semua itu menunjukkan atas adanya Tuhan, Sang Pencipta?

BACA JUGA:  Keangkuhan dan Kesombongan Iblis

Kami jawab; bagaimana bisa disimpulkan seperti itu, sementara kalian mengingkari sesuatu yang secara pasti ia dapat membuahkan suatu pengetahuan. Bahkan, mungkin saja salah seorang dari kalian yang memberi tanggapan hari ini bukanlah orang yang berdebat kemarin.”

Alangkah bagusnya apa yang dikatakan oleh seorang Arab Badui: “Kotoran unta menunjukkan adanya unta.” Lantas, bagaimana pula dengan alam atas yang dipenuhi dengan keindahan dan alam bawah yang dipenuhi dengan mahakarya luar biasa ini? Apa keduanya tak menunjukkan adanya Tuhan Yang Mahalembut dan Maha Mengetahui?”

Sekiranya manusia memperhatikan dirinya maka semua yang ada pada dirinya telah cukup membuktikan keberadaan Sang Pencipta, dan semua itu pastilah bisa menyembuhkan akalnya yang ‘sakit karena mengingkari ada-Nya. Pasalnya, di dalam tubuh kita terdapat berbagai macam hikmah yang takkan habis bila dijabarkan dalam satu kitab.

Sesiapa yang memperhatikan tajamnya gigi seri untuk mengiris, kokohnya gigitan geraham untuk meremukkan, elastisnya lidah untuk membolak-balikkan makanan yang dikunyah, hebatnya limpa dalam melembutkan makanan dan mendistribusikan energinya ke sekujur tubuh sesuai dengan kadar gizi yang dibutuhkan; dan demikian juga dengan jemari yang diciptakan beruas-ruas sehingga dapat ditutup dan dibuka serta bisa digunakan untuk melakukan banyak hal, dan ia tidak berongga mengingat fungsinya yang amat banyak, karena seandainya ia berongga lalu berbenturan dengan benda keras maka ia mudah patah, bahkan sebagian jari dijadikan lebih panjang daripada sebagian yang lainnya, agar ukurannya bisa sama rata tatkala digenggamkan; juga memperhatikan sesuatu yang tersembunyi di dalam tubuh dan menjadi penopang tubuh manusia, yaitu nyawa, yang jika nyawa ini hilang maka akal yang bertugas membimbing ke arah maslahat pun akan turut rusak; serta memperhatikan berbagai hal lainnya, maka tentu dia-dengan akal sehat-akan mengatakan:

أَفِي اللَّهِ شَكٍّ …

“… Apakah ada keraguan terhadap Allah?….” (QS. Ibrahim [14]: 10)

Siapa saja yang mengingkari eksistensi Sang Pencipta tidak akan dapat menemukan-Nya, disebabkan ia mencari-Nya berdasarkan atas bukti indrawi saja. Di antara manusia ada juga yang mengingkari Sang Pencipta secara totalitas. Karena pada waktu tidak dapat menetapkan ekistensi-Nya secara global, dia tak dapat mengetahui eksistensi-Nya secara terperinci, akhirnya dia mengingkari eksistensinya-Nya secara keseluruhan.

Seandainya dia mau berpikir, tentu dia akan menyadari bahwa di dunia ini banyak sekali perkara yang diketahui hanya secara global; seperti jiwa dan akal, sungguh tidak ada seorang pun yang mengingkari eksistensi keduanya.

Bukankah tujuan utamanya ialah menetapkan adanya Sang Pencipta secara global? Apabila demikian, bagaimana bisa ditanyakan: “Seperti apakah Dia?” atau: “Apa bentuk-Nya?” sementara Dia tidak mempunyai sifat maupun bentuk!

Di antara dalil-dalil qath’i (definitif) yang menunjukkan eksistensi Sang Pencipta ialah alam semesta ini merupakan sesuatu yang hadits (baru). Buktinya, di alam ini senantiasa ada hal-hal baru yang terjadi. Sementara itu segala sesuatu yang tidak terpisahkan dari hal-hal baru adalah “baru”, dan terjadinya sesuatu yang baru tadi mengharuskan adanya Sang Pencipta bagi sesuatu yang baru, maka Dialah Allah Sang Khalik, Pencipta segenap makhluk.

BACA JUGA:  Talbis Iblis terhadap Kaum Sufisthaiyah

Orang-orang atheis ini membantah pernyataan kami bahwa sesuatu yang diciptakan itu pasti ada penciptanya. Mereka berpendapat: “Dalam hal ini, kalian bergantung terhadap sesuatu yang nyata, padahal pada prinsip itulah kami mengkritik keyakinan kalian. Maka kami tegaskan: ‘Sebagaimana sesuatu yang diciptakan ada penciptanya, maka produk yang diciptakan oleh sang pencipta itu pasti memiliki bahan baku untuk membentuk produk tersebut. Misalnya bahan baku kayu untuk membentuk pintu, atau bahan baku besi untuk membentuk kapak.”

Mereka pun lalu menyatakan: “Dalil yang kalian gunakan untuk menetapkan adanya Sang Pencipta berkonsekuensi bahwa alam ini adalah qadim (telah ada sejak dahulu).”

Maka kami menjawab: “Kami tidak perlu menetapkan bahan baku, bahkan kami katakan bahwa Sang Pencipta mampu menciptakan segala sesuatu yang baru tanpa ada contoh sebelumnya. Kita mengetahui bahwa bentuk dan rangka yang fisiknya terus mengalami pembaruan, seperti bentuk lemari, sebenarnya tidak mempunyai bahan baku utama. Namun pembentuknya bisa membentuknya (sesuatu yang baru atau inovasi produk) tanpa ada contoh sebelumnya, dan memang harus ada pihak yang membentuknya. Kami telah memperlihatkan pada kalian bentuk sesuatu yang terbuat dari sesuatu yang berbeda, sementara kalian tidak mungkin memperlihatkan kepada kami sesuatu hal yang tercipta tanpa adanya peran Sang Pencipta.” []

Sumber: Talbis Iblis, Tipu Muslihat dan Perangkap Iblis dalam Menjerumuskan Manusia ke Jurang Kehancuran,karya Ibnu Jauzi, Pustaka Imam As Syafi’i, Cetakan 2020 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Utang, Peringatan, dan Rahmat Allah

Kajian

7 Pemuda Ashabul Kahfi

Kajian

Mengetahui Allah Maha Mengetahui

Kajian

Nama-nama Allah