JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Lupa Itu dari Setan

amalan, Amal Shalih

Manusia adalah makhluk yang lemah dan penuh kekurangan. Salah satu sifat yang melekat pada diri kita adalah mudah lupa. Tidak jarang seseorang lupa akan kebaikan yang semestinya ia lakukan, lupa dengan janji yang ia ucapkan, atau bahkan lupa terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakannya. Dalam keadaan seperti ini, Islam mengajarkan kepada kita sebuah jalan penyembuhan: dzikir.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

‎وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ

“Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa” (QS. Al-Kahfi: 24).

Ayat ini memberi isyarat bahwa lupa adalah kelemahan manusia yang tak bisa dipungkiri. Namun, Islam tidak membiarkan hamba-Nya terjerumus dalam kelalaian. Obat dari lupa adalah mengingat Allah, kembali kepada-Nya dengan hati yang khusyuk dan lisan yang basah dengan dzikir.

BACA JUGA:  Keutamaan Dzikir dan Doa

Lupa Adalah Senjata Setan

Dalam Adhwaul Bayan (4/62) disebutkan: “Apabila engkau mengalami kelupaan maka ingatlah Allah, karena lupa itu dari setan.” Setan menjadikan lupa sebagai salah satu jalan untuk menjauhkan manusia dari ketaatan. Ia membuat seorang hamba melupakan shalat, menunda kebaikan, atau menutup mata dari kewajiban yang jelas di hadapannya.

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata: “Setan itu senantiasa hadir dalam kelalaian manusia. Jika seorang hamba lupa, maka setan menemukan celah untuk menjerumuskannya.” Perkataan ini menunjukkan betapa pentingnya seorang Muslim menjaga hatinya dengan dzikir, agar setan tidak menemukan ruang untuk menguasainya.

Dzikir Menghidupkan Hati

Dzikir bukan sekadar ucapan di lisan, namun ia adalah penopang hati. Ulama salaf berkata: “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Bagaimana keadaan ikan jika jauh dari air?” Begitu pula hati seorang mukmin, akan mati tanpa dzikir.

Dengan dzikir, hati menjadi tenang, pikiran menjadi jernih, dan jiwa yang lalai kembali terikat dengan Allah Ta’ala. Firman Allah:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Seseorang yang terjerumus dalam kelupaan, hendaknya ia segera kembali dengan mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, atau sekadar istighfar. Kata-kata yang singkat namun memiliki kekuatan besar untuk menghidupkan kembali hati yang lalai.

Lupa yang Diampuni dan Lupa yang Diabaikan

Tidak semua lupa tercela. Lupa yang terjadi di luar kemampuan manusia adalah sesuatu yang Allah maafkan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku kesalahan, kelupaan, dan apa yang dipaksakan atas mereka.” (HR. Ibnu Majah).

Namun, yang berbahaya adalah kelalaian yang disengaja. Seseorang tidak mau berusaha mengingat Allah, padahal peluang untuk berdzikir terbuka lebar. Inilah jenis lupa yang menjadi celah setan untuk menjerumuskan manusia ke dalam jurang kesesatan.

Menjaga Diri dengan Dzikir Harian

Para ulama salaf mengajarkan kita untuk memperbanyak dzikir di setiap keadaan. Abu Darda’ rahimahullah berkata: “Bagi setiap sesuatu ada perhiasan, dan perhiasan hati adalah dzikir kepada Allah.”

Dzikir pagi dan petang, dzikir sebelum tidur, dzikir ketika masuk rumah, atau dzikir ketika hendak bepergian, semuanya adalah benteng yang menjaga kita dari kelupaan. Semakin banyak kita berdzikir, semakin kecil celah setan untuk menguasai kita.

BACA JUGA:  8 Amalan Agar Tidak Terhindar dari Gangguan Setan

Penutup

Lupa adalah kelemahan manusia, namun jangan biarkan ia menjadi pintu masuk setan untuk menyesatkan kita. Setiap kali kita merasa lalai, segera kembalilah kepada Allah dengan dzikir. Karena hati yang hidup dengan dzikir akan senantiasa terjaga, sementara hati yang jauh dari dzikir akan mudah dikuasai setan.

Seperti yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah: “Dzikir bagi hati seperti kekuatan bagi tubuh. Jika hati kehilangan dzikir, maka ia akan lemah sebagaimana tubuh kehilangan kekuatan.”

Maka, jangan biarkan kelupaan menjauhkan kita dari Allah. Obatilah ia dengan dzikir, niscaya hati kita akan senantiasa hidup, tenang, dan dekat dengan-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

3 Larangan bagi Seorang Muslim

Kajian

Tanda-tanda Husnul Khatimah

Kajian

Ayat Terakhir Al-Quran

Kajian

Yang Membuat Kaum Muslimin Tegar: Al-Qur'an