Salah satu dampak paling menyakitkan dari maksiat adalah kehampaan hati. Hati yang kosong dari cahaya Allah.
Ibnul Qayyim rahimahullah menggambarkannya dengan begitu dalam. Ia berkata, “Pelaku maksiat akan merasakan rasa sepi dan keterasingan dalam hatinya, yang memisahkannya dari Allah. Dan rasa itu begitu menyakitkan, sampai-sampai tak ada kenikmatan dunia yang mampu menandinginya. Bahkan jika seluruh kesenangan dunia dikumpulkan dan diberikan padanya, semua itu tidak akan sanggup menutupi kehampaan tersebut.”
Itulah akibat dari dosa. Hati menjadi hampa. Ruh menjadi gelisah. Jiwa merasa jauh dari Rabb-nya. Dan parahnya lagi, mereka yang hatinya sudah mati, tak akan bisa merasakan penderitaan ini. Seperti tubuh mati yang tak merasa sakit meskipun terluka.
BACA JUGA: Maksiat Menghalangi Datangnya Rezeki
Renungilah… Jika tidak ada alasan lain untuk meninggalkan maksiat selain untuk menghindari kehampaan itu, maka cukuplah itu menjadi pengingat bagi orang yang masih memiliki akal dan hati yang hidup.
Sebab yang terpenting bukan berapa banyak dunia yang kita miliki, tapi seberapa dekat hati kita dengan Allah. Dan maksiat adalah penghalang paling nyata yang menjauhkan kita dari-Nya.
BACA JUGA: Sebab Suul Khatimah: Banyak Melakukan Maksiat
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, di antara dampak jelek maksiat adalah,
وَحْشَةٌ يَجِدُهَا الْعَاصِي فِي قَلْبِهِ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ لَا تُوَازِنُهَا وَلَا تُقَارِنُهَا لَذَّةٌ أَصْلًا، وَلَوِ اجْتَمَعَتْ لَهُ لَذَّاتُ الدُّنْيَا بِأَسْرِهَا لَمْ تَفِ بِتِلْكَ الْوَحْشَةِ، وَهَذَا أَمْرٌ لَا يَحِسُّ بِهِ إِلَّا مَنْ فِي قَلْبِهِ حَيَاةٌ، وَمَا لِجُرْحٍ بِمَيِّتٍ إِيلَامٌ، فَلَوْ لَمْ تُتْرَكِ الذُّنُوبُ إِلَّا حَذَرًا مِنْ وُقُوعِ تِلْكَ الْوَحْشَةِ، لَكَانَ الْعَاقِلُ حَرِيًّا بِتَرْكِهَا.
“Pelaku maksiat akan merasakan kesepian dalam hatinya yang membuat hubungannya dengan Allah terasa jauh. Rasa ini tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan apa pun, bahkan jika seluruh kesenangan dunia diberikan kepadanya, itu tetap tidak akan mampu menghilangkan rasa sepi tersebut. Hanya orang yang hatinya masih hidup yang dapat merasakannya, sebab seseorang yang hatinya mati tidak akan merasakan sakit, sebagaimana luka tak terasa pada tubuh yang mati. Jika tidak ada alasan lain untuk menjauhi dosa selain demi menghindari kesepian ini, seharusnya itu sudah cukup menjadi alasan bagi orang yang berakal untuk meninggalkan perbuatan dosa.” []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


