JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Yaumul Hisab

Sebab Suul Khatimah: Banyak Melakukan Maksiat

Sakaratul Maut

Orang yang sering melakukan maksiat, maka maksiat itu akan menumpuk di dalam hatinya, dan semua yang dikumpulkan manusia sepanjang umurnya, maka memori itu akan terulang saat ia mati. Jika seseorang cenderung pada ketaatan dan hal-hal baik, maka yang paling banyak hadir pada saat ia sekarat adalah memori ketaatan.

Sebaliknya, kalau kecenderungannya pada maksiat lebih besar, maka yang paling banyak hadir saat ia sekarat adalah memori maksiat. Bahkan bisa jadi pada saat maut menjelang dan ia belum tobat, syahwat dan maksiat menguasainya s-hingga hatinya terikat padanya dan akhirnya hal itu menjadi penghalang antara dia dan Tuhannya serta menjadi penyebab kesengasaraannya di akhir hayat. Nabi ﷺ . bersabda, “Maksiat adalah kekufuran.”

BACA JUGA: Maksiat Samar, Apa Itu?

Adapun orang yang tidak melakukan dosa atau ia ber-dosa tapi kemudian bertobat maka ia jauh dari bahaya ini. Sementara orang yang banyak dosanya sampai melebihi ke-taatannya dan tidak bertobat bahkan ia terus menerus mela-kukannya, maka ini sangat berbahaya baginya, sebab dominasi maksiat ini akan terpatri di dalam hatinya dan membuatnya cenderung dan terikat pada maksiat, dan pada gilirannya menjadi penyebab su’ul khatimah (akhir yang buruk).

Perbandingannya sebagai berikut. Tak diragukan bahwa manusia dalam mimpinya melihat hal-hal yang berhubungan dengan dirinya sepanjang umurnya. Orang yang menghabis kan umurnya dalam keilmuan akan bermimpi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan ilmu dan ulama.

Orang yang menghabiskan umurnya dalam dunia menjahit akan bermimpi tentang hal-hal yang berkaitan dengan jahitan dan penjahit. Sebab yang ada dalam tidur adalah apa yang berhubungan dan berkaitan dengan hatinya sepanjang hidupnya. Mati walaupun lebih dari tidur, namun sakaratul maut dan keadaan tidak sadarnya mirip dengan tidur. Lama bergelimang maksiat akan membuat hati cenderung kepada dan mengingat maksiat, dan jika rohnya terlepas dari jasadnya saat itu, maka buruklah akhirnya.

BACA JUGA:Hukum Sedekah setelah Berbuat Maksiat

Adz-Dzahabi, dalam al-Kaba’ir, mengutip Mujahid:

Tidaklah seorang mati kecuali ditampilkan kepadanya or-ang-orang yang biasa ia gauli. Seorang lelaki yang suka main catur sekarat, lalu dikatakan kepadanya, “Ucapkanlah la ilaha illa Allah.” Ia menjawab, “Skakl” kemudian ia mati. Jadi, yang mendominasi lidahnya adalah kebiasaan permainan dalam hidupnya. Sebagai ganti kalimat tauhid, ia mengatakan skak. Ini seperti orang yang kawan-kawannya adalah para pemabuk. Saat sekarat, seseorang datang untuk mengajarkannya meng-ucap syahadat, tetapi ia malah berkata, “Mari minum dan tuangkan untukku!” Kemudian ia mati. La hawla wa la quw wata illa billah.” (Adz-Dzahabi, al-Kaba’ir, h. 91) []

Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi  / Cetakan 1, Mei 2002

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Yaumul Hisab

Cerdas dalam Mencari Akhirat

Yaumul Hisab

Surga dan Neraka Sekarang Sudah Ada

Yaumul Hisab

Dimanakah Surga Itu?

Yaumul Hisab

Hal yang Dihisab dan yang Ditanyakan pada Setiap Hamba