Syukur nikmat dilakukan dengan hati, lisan, dan anggota badan. Syukur hati dilakukan dengan cara meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Dzat yang memberinya kesehatan. Syukur lisan dilakukan dengan cara mengakui kenikmatan tersebut dan melafalkannya serta memuji Allah Ta’ala, misalnya dengan mengucapkan alhamdulillah.
Adapun syukur dengan anggota badan dilakukan dengan mempergunakan nikmat kesehatan itu dalam perkara-perkara ketaatan dan menghindarkannya dari kemaksiatan.
Allah Ta’ala berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (٧)
“Jika engkau bersyukur, maka sungguh Allah akan menambahkan nikmat-Nya, dan jika kamu kufur maka sungguh azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Manfaatkanlah masa sehat, sebelum datang masa sakit.
Semangat dalam menjalankan kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat di saat sehat, itulah yang dituntut dari diri kita masing-masing. Sungguh, benar-benar tertipu orang yang mempergunakan waktu sehat untuk bermaksiat dan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Pergunakanlah kesehatanmu untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Manfaatkanlah anggota tubuhmu untuk rukuk, sujud, dan berdoa kepada Allah Ta’ala. Janganlah engkau gunakan untuk beribadah kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala. Dan jangan pula mengundang kemurkaan Allah subhanahu wa ta’ala. Sesungguhnya azab Allah subhanahu wa ta’ala sangatlah pedih.
Dan sungguh, jika kita biasa melakukan kebaikan di waktu sehat, Allah subhanahu wa ta’ala akan selalu mencatat kebaikan tersebut di saat sakit. Misalnya, di saat sehat, engkau terbiasa shalat di masjid, maka di saat engkau sakit dan tidak bisa ke masjid, engkau akan diberi pahala seperti keadaan ketika engkau sehat. Artinya, engkau tetap diberi pahala shalat di masjid, karena tidak ada yang menghalangimu pergi ke masjid kecuali sakit yang engkau alami. Masya Allah! Sungguh Allah subhanahu wa ta’ala adalah Maha Pemurah.
Jauhi maksiat dan jangan tertipu!
Apalah arti sebuah kesehatan kalau hanya digunakan untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Apalah arti tubuh yang kuat, badan yang kekar kalau kelak akan dipakai sebagai bahan bakar api neraka bila kita tidak bertaubat kepada-Nya.
Apabila badanmu sehat, tapi kamu berbuat kemaksiatan, maka sesungguhnya kamu adalah orang yang sakit. Mengapa? Karena orang yang sehat adalah yang sehat jiwa dan raganya. Sehatnya jiwa adalah dengan menjauhi kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, karena maksiat adalah penyakit.
Apabila jiwamu sehat, maka tubuhmu akan sehat pula, insya Allah. Maka dari itu, jauhilah kemaksiatan, niscaya engkau akan merasakan nikmat sehat lahir batin. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


