JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Yaumul Hisab

Mengapa Hari Kiamat Disebut Hari Keputusan?

Gambaran Hura-hara Hari Kiamat

Hari Kiamat adalah hari yang pasti akan datang, hari di mana seluruh rahasia akan dibongkar, semua amal akan diperlihatkan, dan setiap jiwa akan mendapatkan balasan yang adil. Di antara nama-nama yang Allah berikan kepada hari kiamat adalah Yaumal Fashl — hari keputusan atau hari pembeda.

Allah ﷻ berfirman: “Sesungguhnya hari keputusan itu adalah waktu yang telah dijanjikan bagi mereka semuanya.” (QS. Ad-Dzariyat: 40)

Mengapa disebut hari pembeda? Karena pada hari itu, Allah akan memisahkan antara kebenaran dan kebatilan, antara orang yang zalim dan yang dizalimi, antara orang yang beriman dan yang kafir. Bahkan, pada hari itu, Allah akan membedakan antara penghuni surga yang penuh kenikmatan dan penghuni neraka yang penuh siksaan.

Di dunia, manusia sering terikat pada status: kaya atau miskin, pejabat atau rakyat jelata, berpengaruh atau tidak dikenal. Namun, pada hari kiamat, semua gelar dan jabatan itu akan lenyap. Tidak ada yang bisa menyelamatkan seseorang kecuali iman dan amal salehnya.

BACA JUGA: Orang Bermuka Dua di Hari Kiamat

Seorang panglima yang dulu disegani tidak lagi memiliki kekuatan. Orang kaya yang dulu dihormati karena hartanya tidak bisa lagi menyombongkan diri. Semuanya berdiri sama di hadapan Allah, menunggu keputusan akhir: apakah ia masuk surga atau neraka.

Imam Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله berkata: “Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka telah hilang sebagian darimu. Pada hari kiamat, engkau akan mengetahui apa yang telah engkau persiapkan untuk dirimu.”

Inilah sebabnya Yaumal Fashl disebut juga hari pembeda. Hari di mana semua manusia akan dikelompokkan hanya menjadi dua: golongan penghuni surga dan golongan penghuni neraka.

Allah menggambarkan keadaan ini dalam firman-Nya: “Yaitu pada hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kamu datang berkelompok-kelompok.” (QS. An-Naba’: 18)

Pada hari itu, manusia tidak lagi berbaris berdasarkan suku, bangsa, atau pangkat dunia. Mereka akan dikelompokkan berdasarkan amal dan keimanan.

Ibnu Katsir رحمه الله menafsirkan ayat ini: “Mereka datang dalam keadaan terpisah-pisah menurut amal mereka, ada yang dalam keadaan mulia, dan ada pula yang dalam keadaan hina.”

Inilah momen di mana segala tipu daya dunia sirna. Tidak ada lagi kepura-puraan, tidak ada lagi kemunafikan yang bisa disembunyikan.

Yaumal Fashl adalah puncak keadilan Allah. Semua orang yang pernah terzalimi akan mendapatkan haknya. Semua pengkhianatan akan dibongkar. Semua amal sekecil apa pun akan mendapatkan balasannya.

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله mengatakan: “Pada hari kiamat, Allah akan menampakkan keadilan-Nya sehingga tidak ada satu pun makhluk yang akan merasa dizalimi. Bahkan orang kafir pun akan mengakui keadilan itu.”

Bagi orang beriman, hari itu adalah hari kemenangan besar, sebagaimana firman Allah: “Itulah hari kemenangan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ad-Dukhan: 40)

Karena hari itu pasti datang, seorang mukmin yang cerdas akan mempersiapkan diri sejak sekarang. Persiapan itu bukan dengan harta atau pengaruh, tetapi dengan iman, amal saleh, dan ketakwaan.

BACA JUGA: Yang Mengatakan Hari Kiamat Tidak Ada

Abdullah bin Umar رضي الله عنه berkata: “Jika engkau berada di waktu sore, jangan menunggu pagi. Dan jika engkau berada di waktu pagi, jangan menunggu sore. Gunakan sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu.”

Saudaraku, setiap langkah yang kita ambil di dunia ini sedang menuntun kita menuju salah satu dari dua kelompok di hari kiamat: penghuni surga atau penghuni neraka. Tidak ada jalan ketiga.

Maka, marilah kita jadikan hari-hari kita di dunia sebagai ladang amal untuk mempersiapkan diri menyambut Yaumal Fashl, hari di mana tidak ada lagi peluang untuk kembali, tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk golongan yang dibedakan menuju surga-Nya yang penuh rahmat, dan dijauhkan dari golongan yang dibedakan menuju neraka. []

Referensi:
Al-Qur’an Al-Karim
Tafsir Ibnu Katsir, Darussalam
Tafsir Juz ‘Amma, DR. Firanda Andirja, Lc., MA.
Al-Fawaid, Ibnul Qayyim
Hilyatul Awliya, Abu Nu’aim

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Yaumul Hisab

Bagaimana Terjadinya Hisab pada Hari Kiamat?

Yaumul Hisab

Bagaimana Amal-amal Itu Ditimbang di Akhirat Nanti?

Yaumul Hisab

3 Kelompok Pertama dari Orang-orang Mukmin yang Masuk Surga

Yaumul Hisab

Apakah Betul Adzab Kubur Itu Diringankan bagi Orang Mukmin yang Bermaksiat?