Termasuk seorang hamba yang menjaga Allah subhanahu wa ta’ala adalah dia yang menjaga lisannya. Banyak sekali kemaksiatan yang disebabkan oleh lisan, namun kita tidak pernah menyadarinya. Seperti halnya ghibah (menggunjing orang lain), namimah (mengadu domba), mengejek, menghina, berdusta, menipu, atau saling berdebat untuk sesuatu yang tidak berguna dan tidak ada manfaatnya sama sekali.
Dalam sebuah hadits, “Sesungguhnya seseorang berkata dengan satu kalimat, ia menganggapnya biasa. Tapi ternyata kalimat tersebut menjadikannya terlempar ke dalam api neraka sejauh 70 tahun perjalanan.” (HR. Ahmad, dishohihkan oleh Syaikh al Albani)
Berkata Imam Muslim rahimahullah, Rasulullah ﷺ bersabda:
هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُوْنَ، قالَهَا ثَلَاثًا
“Binasalah orang yang suka berlebih-lebihan/melampaui batas” beliau mengatakan tiga kali.” (Syarh Shahih Muslim oleh An-Nawawi, 16/220).
Dan sabdanya: الْمُتَنَطِعُوْنَ (berlebih-lebihan), berkata An-Nawawi: “Yang dimaksud ialah orang yang berdalam-dalam, berlebih-lebihan, dan melampaui batas dalam perkataan dan perbuatan mereka” (Dikutip dari “Wahai Muslimah Dengarlah Nasehatku” [terjemah] karya Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah, hal 63).
Islam memerintahkan kita untuk mampu mengendalikan lidah, tidak mudah mengumbar kata-kata tanpa ada kebutuhan mendesak, seperti saling menasehati sesama, berdakwah, membicarakan perkara agama, bermusyawarah untuk urusan kebaikan dunia dan lain-lain yang bermanfaat. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


