JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

Nasihat Hasan Al-Bashri untuk Bersegera dalam Kebaikan dan Ketaqwaan

Al-Hasan Al-Bashri selalu duduk di dalam majelis untuk menyebarkan ilmu agama. Adapun Habib Al-Ajami duduk dalam majelisnya sendiri dimana ahli dunia dan perdagangan mendatanginya. Dan ia lalai dengan majlis Al-Hasan Al-Bashri, dan tidak menoleh sedikitpun dengan apa yang disampaikan oleh Al-Hasan Al-Bashri.

Hingga suatu hari ingin mengetahui apa yang disampaikan oleh Al-Hasan Al-Bashri. Maka dikatakan kepadanya: “Dalam majlis Al-Hasan Al-Bashri diceritakan tentang surga, neraka dan manusia diberi semangat untuk mendapatkan akhirat, dan ditanamkan sikap zuhud terhadap dunia (memfokuskan segala karunia Allah untuk akhirat)”. Perkataan ini menancap dalam hatinya, lalu ia pun berkata: “Mari kita datangi majelis Al-Hasan Al Bashri!”.

BACA JUGA: Imam Hasan Al Bashri dan Tetangganya yang Beragama Nasrani

Berkatalah orang-orang yang duduk dalam majelis kepada Al-Hasan Al-Bashri: “Wahai Abu Sa’id, ini adalah Habib Al-Ajami menghadap kepadamu, nasehatilah ia”. Lalu Habib Al-Ajami menghadap Al-Hasan Al-Bashri dan Al-Hasan Al-Bashri menghadap kepadanya. Lalu ia menasehati Habib Al-Ajami, ia ingatkan dengan surga, lalu ditakut-takuti dengan neraka, ia mengasung untuk melakukan kebaikan, ia ingatkan untuk berlaku zuhud di dunia.

Maka Habib Al-Ajami pun terpengaruh dengan nasehat itu, lalu ia bersedekah 40 ribu dinar. Dan ia pun berlaku qana’ah (menerima) dengan hal sedikit, dan ia terus beribadah kepada Allah hingga meninggal dunia. (Hilyatul Aulia 6/149, Siyar A’lamin Nubala’ 6/144, dengan sedikit penyuntingan).

BACA JUGA:  Hasan al-Bashri saat Berkunjung ke Rumah Muridnya Habib al-Ajami

Demikianlah sekelumit kisah anggun Al-Hasan Al-Bashri dalam berdakwah menasehati manusia untuk bersegera dalam kebaikan dan ketaqwaan. Ungkapan nasehatnya begitu mengena dan mampu membangkitkan motivasi orang lain untuk bersegera menyongsong kebenaran. Apa rahasianya?

Dalam kisah ini beliau juga diketahui sebagai sosok yang piawai dalam berdakwah. Terbukti dengan sifat lemah lembut menasehati Habib Al-Ajami. Rifq artinya lemah lembut dalam perkataan dan perbuatan serta selalu mengambil yang mudah (Fathul Bari 10/449).

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الرِّفقَ لا يَكُونُ في شيءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلا يُنْزَعُ مِنْ شَيءٍ إِلَّا شَانَهُ

“Sesungguhnya rifq, tidak ada pada sesuatu kecuali menghiasinya. Dan tidak hilang dari sesuatu kecuali merusaknya”. (HR. Muslim no. 2594). []

SUMBER: MUSLIMAH.OR.ID

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

Kerendahan Hati Umar bin Abdul Aziz di Hadapan Allah dan Doanya yang Dijabah

Ibrah

Kisah Anak Durhaka pada Ibu: Balasan Itu Sesuai Jenis Perbuatan

Ibrah

Kisah Anak Durhaka pada Bapak: Rabb-mu Benar-benar Mengawasimu!

Ibrah

Hidup Seperti Lebah

Leave a Reply