Orang-orang yang masuk surga tanpa hisab ialah mereka yang mencapai tingkatan tertinggi dalam ketakwaan dan amal saleh, setelah beriman kepada Allah. Mereka tidak dihisab, tidak ditimbang, dan tidak diberikan catatan amal, kecuali hanya lembaran yang tertulis “Kebebasan dari Allah dan Rasul-Nya”.
Mereka adalah kelompok pertama. Rasulullah telah menjelaskan sifat-sifatnya seperti yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad:
لَيَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُوْنَ أَلْفًا أَوْ سَبْعُ مِائَةِ أَلْفِ لَا يَدْرِي أَبُو حَازِمٍ أَيُّهُمَا قَالَ) مُتَمَاسِكُوْنَ آخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا لا يَدْخُلُ أَوَّلُهُمْ حَتَّى يَدْخُلَ آخِرُهُمْ وُجُوهُهُمْ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ.
“Di antara umatku, ada tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu orang (Abu Hazim-perawi hadits ini tidak mengetahui mana yang beliau sabdakan) yang akan masuk surga tanpa hisab dengan saling berpegangan, yang satu memegang yang lain. Orang yang pertama tidak akan masuk sehingga yang terakhir juga masuk surga. Wajah-wajah mereka bagaikan bulan purnama.” (Fathul Bari’, VU41; Shahih Muslim, hadits no. 219)
BACA JUGA: 3 Kelompok Pertama dari Orang-orang Mukmin yang Masuk Surga
Di antara karunia, kenikmatan, dan kehormatan yang diberikan oleh Allah kepada Rasulullah ialah setiap satu orang dari tujuh puluh ribu tersebut membawa lagi tujuh puluh ribu orang yang lain.
Abu Bakr menceritakan bahwa Rasulullah bersabda:
أُعْطِيتُ سَبْعِينَ أَلْفًا يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وُجُوهُهُمْ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَقُلُوبُهُمْ
عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ فَاسْتَرَدْتُ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ فَرَادَنِي مَعَ كُلِّ وَاحِدٍ سَبْعَيْنَ أَلْفًا.
“Saya diberikan keutamaan berupa) tujuh puluh ribu orang dari umatku yang akan masuk surga tanpa kisah Wajah-wajah mereka hagaikan bulan purnama dan hati mereka seperti hati seorang laki-laki. Kemudian aku meminta tambahan kepada Rabbku , maka Dia-pun menambah kepadaku setiap satu dari mereka membawa tujuh puluh ribu orang.” (HR Ahmad).
Dari Abu Umamah bahwasanya Rasulullah bersabda:
وَعَدَنِي رَبِّي أَن يُدْخِلَ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعِينَ أَلْفًا لَا حِسَابَ عَلَيْهِمْ وَلَا عَذَابَ مَع كلِّ أَلْفِ سَبْعُونَ أَلْفًا وَثَلاثُ حَلِيَاتٍ مِنْ حَيَاتِهِ .
“Rabbku menjanjikan kepadaku tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan tidak akan di azah, ditambah setiap seribu dari mereka tujuh puluh ribu dan tiga cidukan dari cidukan Rabb-ku.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban).
Rasulullah menjelaskan di dalam hadits yang mulia tadi sifat orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan timbangan. Mereka berjumlah tujuh puluh ribu dan tambahannya, juga dengan tiga cidukan dari cidukan Rabb semesta alam.
Ibnu Abbas menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Diperlihatkan kepadaku berbagai umat, lalu aku melihat seorang nabi bersama 3-10 pengikut, ada lagi seorang nabi dengan satu atau dua pengikut, dan nabi yang tidak ada pengikut sama sekali. Tiba-tiba ditunjukkan kepadaku satu rombongan besar. Aku mengira itu adalah umatku.
“Dikatakan kepadaku, Itu adalah Musa dengan umatnya. Lalu aku melihat pada ujung lain, aku melihat sekelompok besar dan dikatakan kepadaku, “Lihatlah ke ujung itu. Maka terlihat sekelompok besar. Itu adalah umatmu. Di antara mereka ada tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa hisab dan siksaan.”
Kemudian Nabi bangkit dan masuk ke dalam rumahnya. Lalu, orang-orang saling berbisik-bisik tentang mereka yang masuk surga tanpa hisab dan siksaan. Di antara mereka ada yang berkata, “Kemungkinan mereka adalah shahabat-shahabat Rasulullah. Yang lain lagi berkata, “Mungkin saja mereka yang dilahirkan dalam Islam dan tidak perah berbuat kesyirikan kepada Allah.”
Dan masih banyak lagi pendapat mereka sehingga Rasulullah keluar menemui mereka seraya berkata, “Apa yang kalian bisik-bisikkan?” Mereka memberitahukannya kepada beliau. Kemudian beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang tidak meramal nasib dengan burung dan hanya kepada Rabbnya mereka bertawakal.
Ukasyah bin Muhsin berdiri seraya berkata, ‘Berdoalah kepada Allah agar menjadikan aku sebagai bagian dari mereka. Maka Nabi menjawab, “Ya, kamu termasuk di dalamnya. Kemudian seorang lagi berdiri dan mengucapkan perkataan yang sama dengan Ukasyah, lalu Nabi menjawab, ‘Engkau telah didahului Ukasyah. (HR Al-Bukhari dan Muslim).
BACA JUGA: Sifat Kelompok Pertama yang Masuk Surga
Mereka yang akan memasuki surga tanpa hisab diterangkan juga di dalam Al-Qur’an surat Al-Waqi’ah. Di mana Allah menyifati mereka dengan orang-orang yang beriman paling dahulu, yang didekatkan kepada Allah, dan mereka berada di dalam surga kenikmatan. Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang terdahulu ditambah sedikit dari orang-orang yang terakhir.
Mereka adalah orang-orang yang kehormatan mereka ditanam langsung oleh Allah dengan kedua tangan-Nya sebagai kecintaan, penghargaan dan pengagungan atas mereka. Demikian pula sebagai penghargaan dan penghormatan, karena mereka ialah kelompok yang kuat keimanan, amalan, jihad, keilmuan, kemurahan, itsar (sikap mendahulukan kepentingan orang lain), kelembutan hati, kasih sayang, menepati janji, dan akhlak yang agung.
Allah berfirman, “Dan orang-orang yang beriman paling dahulu. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. Dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.” (Al-Waqi’ah: 10-14). []
Sumber: Surga dan Neraka, Menurut Al-Qur’an dan Neraka / Penulis: Syaikh Drs. Mahir Ahmad Ash-Shufi / Penerbit: Ummul Qura / Cetakan: April 2024
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


