Ketika Nabi Nabi Musa mengetahui bahwa kaumnya menyembah patung anak lembu, bukan menyembah Allah, ia melemparkan lembaran-lembaran yang di dalamnya tertulis Kitab Taurat karena marah kepada mereka.
Setelah Allah menerima tobat mereka, ia mengambil kembali lembaran-lembaran itu dan berkata kepada Bani Israil, “Ambilah ajaran-ajaran ini dan ikutilah apa yang ada di dalamnya.”
Mereka berkata, “Tidak, sampai Allah berbicara kepada kami sebagaimana Dia berbicara kepadamu.”
Allah murka kepada mereka dan memerintahkan para malaikat untuk mengangkat gunung Thur dan menimpakannya kepada mereka.
BACA JUGA: 19 Pelajaran Penting dari Kisah Ibunda Nabi Musa (1)
Mereka melihat gunung Thur di atas kepala mereka seperti awan, mereka pun bersujud kepada Allah Seraya berkata, “Kami telah bertaubat kepada Allah.”
Allah kemudian mengangkat siksaan itu dari mereka dan mereka pun mau mengambil ajaran-ajaran itu dari Nabi Musa.
Mereka berkata, “Tiada sujud yang lebih agung selain sujud yang dapat melenyapkan siksaan dari kami.”
Allah memerintahkan kepada Nabi Musa supaya memilih 70 orang Bani Israil untuk pergi ke gunung gunung Thur, kemudian memohon ampun kepada Allah atas dosa menyembah anak lembu yang dilakukan kaumnya.
Nabi Musa memilih 70 orang dan membawa mereka naik ke atas gunung Thur. Saat Nabi Musa hendak berbicara dengan Allah, ia masuk ke dalam kabut cahaya.
Saat Allah sedang berbicara kepada Nabi Musa, kabut itu menyelimuti seluruh gunung Thur dan semakin bertambah tebal. Sementara, Bani Israil dapat mendengarkan apa yang Allah firmankan kepada Nabi Musa.
Mereka kemudian berkata, “Hai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas!”
Nabi Musa menangis dan berdoa: “Seandainya Engkau menghendaki, niscaya Engkau telah membinasakan mereka saat mereka menyembah patung anak lembu. Sungguh mereka adalah orang-orang yang lemah akal. Oleh karena itu, janganlah Engkau binasakan kami lantaran apa yang dilakukan orang-orang yang bodoh di antara kami.
Ya Rabb, hidupkanlah mereka sekali lagi. Engkau adalah penolong kami, maka ampunilah dan kasihanilah kami. Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampunan. Tetapkanlah kebaikan untuk kami di dunia ini. Sesungguhnya, kami bertaubat kepada-Mu dan kembali kepada-Mu dari kedurhakaan. ”
Kemudian Allah menghidupkan dan menerima tobat mereka. Mereka kembali ke rumah bersama Nabi Musa.
BACA JUGA: Doa Nabi Musa
Sesampainya mereka di kota, terdengar suara teriakan dan tangisan. Kemudian ada seorang lelaki berseru, “Kamulah pembunuh!”
Lelaki yang lain menjawab, “Tidak. Kamu dan kaum mu lah yang membunuh!”
Anak dari saudara yang terbunuh itu kemudian datang sambil berteriak-teriak, menampar-nampar pipi dan berseru, “Mereka membunuh pamanku karena untuk merampok dan mewarisi hartanya.” []
BERSAMBUNG
Sumber: Kisah Teladan dalam Al-Quran, Karya Hamid Ahmad Ath-Thahir, Penerbit Aqwam, Cetakan VII, Shafar 1438 H
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


