Salah seorang dari mereka berkata, “Ayo kita pergi menemui nabi Allah, Musa, agar ia menjelaskan kepada kita kejadian sebenarnya.”
Mereka pun pergi menemui Nabi Musa dan menceritakan kisah pembunuhan itu. Nabi Musa berkata, “Aku meminta kalian bersumpah atas nama Allah jika salah seorang di antara kalian mengetahui sesuatu tentang pembunuhan ini.”
Tapi tak seorangpun berkata-kata dan berbicara.
Nabi Musa bermunajat dan berdoa kepada Allah lalu kembali lagi pada kaumnya. Ia berkata, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kalian untuk menyembelih seekor sapi betina. ”
“Apakah kamu hendak mengejek kami dan bercanda kepada kami?” sanggah Bani Israil.
BACA JUGA: Nabi Musa, dari kecil Hingga Dibesarkan Fir’aun
Nabi Nabi Musa menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.”
“Kalau begitu, berdoalah kepada Allah agar Dia menerangkan kepada kami bentuk sapi betina itu.”
Nabi Musa berdoa kepada Rabb-nya. Kemudian Nabi Musa berkata, “Sesungguhnya sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda, pertengahan antara itu.”
Karena Nabi Musa mengetahui bahwa mereka banyak bertanya maka ia pun berkata “Kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”
Mereka kembali meminta penjelasan, “Mohonkanlah kepada Rabb-mu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya. ”
Nabi Musa pun berdoa pada Allah lalu kembali dan berkata, “Sesungguhnya, Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya.”
Ketika mereka mempersulit diri mereka sendiri, maka Allah pun mempersulit mereka sehingga mereka tidak menemukan sapi betina dengan warna itu. Mereka kemudian kembali pada Nabi Musa dan berkata, “Mohonkanlah pada Rabb-mu untuk kami agar dia merincikannya lagi kepada kami, karena sesungguhnya sapi betina kuning itu banyak, namun ia masih samar-samar bagi kami.”
Setelah berdoa kepada Allah, Nabi Musa kemudian menjawab, “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak cacat dan tidak ada belangnya.”
Mereka kemudian pergi untuk mencari sapi betina itu. Pencarian mereka terhadap sapi betina itu terus berlanjut hingga mereka menemukannya pada seorang anak yang sangat berbakti kepada kedua orang tuanya.
Kepadanya Allah memberikan balasan yang baik di mana ia menjual sapi betina itu dengan emas yang beratnya 10 kali lipat daripada sapi tersebut itu.
BACA JUGA: Saudaraku, Inilah Pelajaran dari Nabi Yusuf: Hidup Penuh Gundah, Lelah dan Kesedihan
Ketika mereka telah menyembelih sapi betina itu, Allah memerintahkan kepada Nabi Musa agar mereka mengambil salah satu dari tulangnya.
Kemudian memukulkannya pada tubuh korban yang terbunuh. Mereka pun melakukan.
Setelah orang yang terbunuh itu dipukul dengan tulang sapi betina itu, mendadak hidup kembali dan mengatakan, “Orang yang telah membunuhku adalah anak saudaraku yang menangis keras dan menempari pipinya sendiri. Ia membunuhku agar dapat mewarisi hartaku.” Kemudian ia mati lagi.
Sekalipun Bani Israil telah melihat tanda-tanda dan mukjizat itu, mereka terus saja menyakiti Nabi Musa hingga Nabi Musa meninggal dunia dalam keadaan marah kepada mereka. []
Sumber: Kisah Teladan dalam Al-Quran, Karya Hamid Ahmad Ath-Thahir, Penerbit Aqwam, Cetakan VII, Shafar 1438 H
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


