JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Penjagaan Shalat pada Orang Muslim

Shalat

Shalat menjaga diri orang yang bershalat dalam beberapa hal, diantaranya:

1. Menjaga dari kemaksiatan. Firman Allah: “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut [29]: 45). Barangsiapa menjaga shalat, maka shalat akan menjaganya dari perbuatan keji.

2. Menjaganya dari ujian dan cobaan. Allah Wst berfirman, “Jadikanlah shalat dan sabar sebagai penolongmu.” (Al-Baqarah [2]: 45)

3. Menjaganya dari siksa kubur dan siksa api neraka pada hari kiamat. Orang yang melakukan shalat berarti berada dalam perlindungan dan penjagaan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa menjalankan shalat shubuh, niscaya ia berada dalam tanggungan Allah. Allah tidak meminta ganti tanggungan-Nya dengan sesuatu apapun. Barangsiapa meminta tanggungan-Nya dengan sesuatu, maka ia akan menemukannya, kemudian menelungkupkan wajahnya di dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim)

BACA JUGA:  Hukum Memejamkan Mata Ketika Shalat

Barangsiapa tidak mau menjalankan shalat, berarti ia telah mengahdapkan dirinya kepada bahaya yang telah dijanjikan oleh Allah, yaitu mencabut pertolongan-Nya dari dirinya. Akibatnya, tidak ada lagi tempat berlindung bagi dirinya. Setelah Allah meninggalkannya, ia pun akan mendapatkan dirinya berhadapan sendirian dengan setan.

Sebagaimana orang saleh mengatakan, “Demi Allah, tidak ada musuh yang memusuhimu, kecuali setelah engkau meninggalkan Allah. Jangan kau kira musuh telah menang, tetapi Allah Sang Penjaga-lah yang telah berpaling.”

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa melakukan shalat shubuh, niscaya ia berada dalam tanggungan-Nya. Barangsiapa mengabaikan tanggungan Allah, maka Allah akan membenamkan wajahnya ke dalam neraka.”

Diriwayatkan bahwa Al-Hajjaj memerintahkan Salim bin Abdullah untuk membunuh seorang laki-laki, kemudian Salim berkata kepada laki-laki tersebut, “Apakah engkau melakukan shalat shubuh?” laki-laki itu menjawab, “Ya.” Ia (Salim) berkata, “Pergilah.” Setelah itu, Al-Hajjaj berkata kepada Salim, “Apa yang mencegahmu dari membunuhnya?” Salim berkata, “Bapak saya telah menceritakan kepada saya bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa menjalankan shalat shubuh, niscaya Allah berada di sampingnya sepanjang hari.” Maka dari itu, aku benci untuk membunuh seseorang yang didampingi oleh Allah.”

Kemudian Al-Hajjaj bertanya kepada Ibnu Umar ra “Apakah kamu telah mendengar [riwayat] ini [dari Rasulullah]?” Ibnu Umar menjawab, “Ya.”

Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah ﷺ  bersabda, “Jika engkau keluar dari rumahmu, maka bershalatlah dua rakaat; niscaya tercegahlah kamu dari jalan keluar yang buruk. Dan jika engkau masuk ke dalam rumahmu, maka bershalatlah dua rakaat; niscaya akan tercegahlah kamu dari jalan masuk yang buruk.”

Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, “Wahai anak Adam! Cukupkanlah untuk-Ku empat rakaat (shalat) pada permulaan hari (pagi), niscaya Aku akan mencukupimu dengannya pada penutup hari (sore).”

BACA JUGA: Ternyata, Ini Pahala Shalat Berjamaah di Masjid bagi Laki-laki

Shalat adalah pelindung dan penjaga. Barangsiapa menelantarkan shalat, maka Allah akan menelantarkannya. Allah pun menghukumnya dengan menjadikan setan sebagai temannya. Akibatnya, setan tidak akan berpisah dengannya, baik pada waktu ia diam maupun berjalan, dan ia (setan) akan menjadi teman hidupnya.

Setan adalah seburuk-buruk teman. Allah berfirman: “Barangsiapa berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar, tetapi mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. Sehingga apabila orang yang berpaling itu dating kepada Kami (di hari kiamat), dia berkata, “Aduhai, semoga (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara masyriq dan maghrib, maka setan itu adalah sejahat-jahatnya teman yang menyertai manusia.” (Harapanmu) itu sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu bersekutu dalam azab itu.” (Az-Zukhruf [43]: 36-39) []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

3 Syarat Taubat Menurut Abu Ismail

Kajian

Hati-hati, Ini 4 Tanda Riya Menurut Ali bin Abi Thalib

Kajian

4 Ciri Orang Munafik

Kajian

Hukum Cerai dalam Kondisi Marah