JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibadah

Perbanyak Zikir Sebelum Musibah Datang

Banyak orang baru mengingat Allah ketika hidup sedang berada dalam kesulitan. Saat sakit datang, usaha merugi, atau masalah terasa berat, doa dan zikir pun semakin sering dipanjatkan. Padahal, mengingat Allah bukan hanya amalan ketika kesusahan menghampiri, melainkan juga kebiasaan yang perlu dijaga saat hidup terasa lapang.

Kisah Nabi Yunus alaihis salam memberikan pelajaran penting tentang hal ini. Allah menjelaskan bahwa salah satu sebab beliau diselamatkan dari perut ikan adalah karena sebelumnya termasuk orang yang banyak bertasbih dan mengingat-Nya.

BACA JUGA: Jangan Ubah Posisi Duduk Sebelum Membaca Dzikir Ini 10 Kali Selepas Shalat Maghrib dan Shalat Subuh

Allah berfirman:

فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ ۝ لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Artinya: “Maka sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak bertasbih, niscaya dia akan tetap tinggal di dalam perut ikan itu sampai hari berbangkit.” (QS. Ash-Shaffat: 143–144).

Ayat ini mengingatkan bahwa kebiasaan beribadah dan mengingat Allah memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Nabi Yunus alaihis salam tidak baru mengenal ibadah ketika tertimpa ujian. Beliau telah menjadi hamba yang banyak bertasbih kepada Allah.

Mengingat Allah Saat Lapang

Rasulullah ﷺ juga memberikan nasihat agar umatnya senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, baik ketika berada dalam keadaan senang maupun susah.

Beliau bersabda:

تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ

Artinya: “Kenalilah Allah pada waktu lapang, niscaya Dia akan mengenalmu pada waktu sempit.” (HR. At-Tirmidzi, no. 2516; hadis ini dinilai sahih).

Hadis tersebut mengajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah dalam berbagai keadaan. Ketika rezeki berlimpah, tubuh sehat, keluarga bahagia, dan urusan berjalan lancar, seorang Muslim tetap perlu bersyukur, berzikir, berdoa, serta menjalankan ketaatan.

Jangan sampai kelapangan justru membuat seseorang lalai. Sebab, kehidupan dunia tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang diuji dengan kehilangan, penyakit, kesulitan ekonomi, atau persoalan keluarga.

BACA JUGA: Rahasia Dzikir Masuk Pasar

Jangan Menunggu Susah untuk Berdoa

Membiasakan diri mengingat Allah sejak keadaan masih baik akan membantu seseorang menghadapi ujian dengan lebih sabar dan tawakal. Ketika kesulitan datang, ia telah terbiasa kembali kepada Allah melalui doa, istigfar, dan ibadah.

Namun, hal ini bukan berarti setiap orang yang rajin berzikir pasti terhindar dari musibah. Para nabi dan orang saleh pun mengalami berbagai ujian. Zikir dan doa merupakan bentuk ketaatan sekaligus sarana memohon pertolongan dan keteguhan hati dari Allah.

Karena itu, mari memperbanyak zikir sebelum musibah datang. Jadikan istigfar sebagai kebiasaan, jaga shalat, dan jangan lupakan Allah ketika hidup terasa menyenangkan.

Sebab, hubungan dengan Allah bukan sekadar tempat mengadu ketika masalah datang, melainkan ikatan penghambaan yang semestinya dijaga sepanjang kehidupan. []

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibadah

Perbanyaklah Istighfar

Ibadah

Perbanyaklah Shalawat pada Nabi

Ibadah

Rutinkan Shalat Malam Walaupun Sedikit

Ibadah

Kenapa Kita Dianjurkan Istigfar Tiga Kali Setelah Shalat?