JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Ibrah

Perkataan yang Sia-Sia

Muhammad bin Suqah adalah ulama Kufah. Satu kali, ia berjump dengan Atha’ bin Abi Rabah.

Atha’ berkata, “Wahai keponakannku, sesungguhnya orang-orang sebelum kami tidak menyukai perkataan yang sia-sia.”

“Apakah perkataan yang sia-sia itu?” tanya Muhammad bin Suqah.

Atha menjawab, “Orang-orang terdahulu menganggap setiap perkataan yang bukan membaca atau memahami kitabullah adalah sia-sia.”

“Demikian pula dengan perkataan yang bukan meriwayatkan dan mengkaji hadits Rasulullah saw, atau menyuruh yang ma’ruf dan mencegah munkar, atau ilmu yang mendorong taqarrub pada Allah,” lanjut Atha’

“Atau, kamu hanya bicara tentang kebutuhanmu dan mata pencaharianmu yang harus dibicarakan,” lanjutnya kembali.

Atha’ kemudian memandang Muhammad bin Suqah. Lalu dibacakannya ‘Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), Yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),’ (QS. Al Infithar: 10-11).

Lalu ia melanjutkan membaca, ‘(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)’ (QS. Qaf:17-18).

Kembali Atha’ berkata, “tidakkah kita merasa malu, jika buku catatan yang dipenuhi di awal siangnya, dibuka didepannya, lalu ditemukan bahwa apa yang ditulis di dalamnya bukan urusan agamanya juga bukan urusan dunianya.”

Setelahnya, Muhammad bin Suqah terus menyampaikan imu yang Atha’ bin Abi Rabah berikan ini. Dengan harapan, setiap yang mendengar akan mendapat manfaat sebagaimana ia mendapatkannya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Ibrah

Imam Syafi'i: Durhaka, Anak yang Berselisih dengan Orangtuanya

Ibrah

4 Pelajaran dari Imam Hasan Al-Bashri

Ibrah

Kisah Keteguhan Urwah bin Zubair: Saat Kaki Dipotong tanpa Keluhan

Ibrah

Apa Itu Kisah Ashabul Ukhdud?

Leave a Reply