Tahukah Anda kegiatan makan bisa bernilai ibadah? Mengapa? Bukankah makan tidak ada sangkut paut sama sekali dengan ritual ibadah? Itulah hebatnya Islam. Islam mengatur semua lini dari kehidupan manusia. Dari mulai hal kecil samapai hal yang terbesar.
Dari mulai hubangan dengan Allah SWT sampai dengan hubungan sesama makhluk. Semua diatur dalam Islam. Karena Islam merupakan agama rahmatan lil alamin.
Dan inilah salah satu aktivitas kita yaitu makan bisa menjadi sumber pahala. Ini dia syaratnya.
BACA JUGA: 3 Adab Membawa Teman Saat Menghadiri Undangan Makan
1. Membaca bismillah. Membaca bismillah sudah menjadi kebiasaan kita bukan? Karena setiap apapun yang kita kerjakan pasti diawali dengan mengucapakan bismillah terlebih dahulu.
2. Makan dengan tangan kanan.
3. Mengambil makanan yang dekat dengan jangkauan tangan.
4. Memulai makan dari pinggir tempat makan (Kalau di Indonesia, paling sering menggunakan piring), tidak dari tengah-tengah.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Ananda, sebutlah nama Allah sebelum makan, makanlah dengan tangan kanan dan makanlah hidangan yang dekat denganmu,” (HR. Muttafaq ‘Alaih).
5. Disunnahkan makan dengan menggunakan tiga jari. Ka’ab ibn Malik RA meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Aku melihat Rasulullah ﷺ makan dengan menggunakan tiga jari. Jika selesai beliau akan mengulumnya/menjilatnya (untuk membersihkan makanan yang menempel di jari-jarinya),” (HR. Muslim).
6. Jika makanan yang akan dimakan jatuh, kotoran yang menempel dibersihkan lalu memakannya. Jangan membuangnya.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika sebagian makananmu jatuh, maka ambilah dan buanglah bagian yang kotor dan makanlah bagian yang tidak kotor. Jangan biarkan makananmu untuk setan. Jangan mengusap tanganmu dengan sapu tangan sampai kamu mejilat jari-jarimu, karena kamu tidak tahu dibagian mana makananmu yang ada berkahnya,” (HR. Muslim).
7. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari, tentang ajuran cara duduk saat makan adalah dengan berlutut, atau menegakkan kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri.
BACA JUGA: Abu Bakar dan Makanan yang Dikunyahnya
8. Mengucapkan alhamdulillah saat selesai makan.
Abu Umamah RA meriwayatkan bahwa jika selesai makan, Nabi ﷺ biasanya mengucapkan, “Alhamdulilahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, ghaira makfiyyin wa la muwadda’in la mustaghnan’anhu rabbana,” (Segala puji bagi Allah dengan pujian yang tiada terhingga, baik dan penuh berkah. Ya Tuhan kami, kami tidak mampu membalas anugerahMu, tidak mampu meninggalkannya dan tidak mampu menghindarinya),” (HR Al-Bukhari).
Wallahu a’lam bishawab. []
Referensi: 24 Jam dalam Bimbingan Sunnah Rasul/Majdi Fathi Ali Kuhail/Pustaka Nuun/2010
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


