JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Baiti Jannati

Reward dan Punishment pada Anak

Ayah dan Bunda, dalam ajaran Islam, manusia itu mukallaf. Apa artinya? Yakni kita akan dituntut dan dimintai pertanggungjawaban atas setiap perbuatan di dunia. Setiap amal kita akan dicatat dan diperhitungkan, sebagaimana firman-Nya.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji atom pun, niscaya dia akan mendapatkan balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)

Targhib (motivasi) dan tarhib (ancaman) dalam Al-Qur’an senantia-sa datang secara beriringan. Targhib berupa janji-janji pahala surga dan tarhib berupa ancaman-ancaman hukuman neraka adalah motivasi bagi orang-orang beriman agar selalu berpegang teguh pada syariat. Adapun bagi orang-orang yang tidak cukup termotivasi dengan adanya janji dan ancaman tadi, Allah akan menyiapkan hukuman di dunia ataupun di akhirat.

BACA JUGA:  Jujur pada Anak, Cermin Akhlak Orangtua

Oleh karena itu, kita tidak bisa mengesampingkan punishment atau hukuman sebagai salah satu bagian dari pendidikan. Termasuk hu-kuman berupa pukulan. Hukuman pukulan adalah wasilah pendidikan sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an dan Hadis. Hukuman pukulan ini bisa diterapkan kepada anak yang malas mendirikan shalat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Hati itu bagaikan tanah. Jika ditanam kebaikan padanya, ia akan tumbuh. Jika dibiarkan, ia akan dipenuhi duri dan rumput liar.” Maka, reward adalah pupuk bagi hati, sedang punishment adalah membersihkan duri yang tumbuh.

Para salaf sangat memahami hal ini. Mereka mendidik anak dengan kelembutan, namun tidak meninggalkan ketegasan. Hasan al-Bashri rahimahullah berkata: “Didiklah anak-anakmu, karena mereka diciptakan untuk zaman yang berbeda dengan zamanmu.”

Orang tua yang hanya memberi reward tanpa punishment bisa menjadikan anak manja. Sebaliknya, jika hanya memberi punishment tanpa reward, anak bisa tumbuh dengan ketakutan. Keseimbangan keduanya adalah kunci.

BACA JUGA:  Menceritakan Kisah Para Nabi pada Anak

Anak belajar bahwa kebaikan mendatangkan kebahagiaan, sementara kesalahan membawa akibat. Dengan begitu, mereka tumbuh dengan kesadaran moral, bukan sekadar karena takut pada orang tua.

Reward menanamkan harapan. Punishment menanamkan kewaspadaan. Keduanya adalah jalan agar anak mengenal Allah, mencintai ketaatan, dan menjauhi larangan. []

Sumber: Rumahku Madrasah Pertamaku / Penulis: Dr. Khalid Ahmad Syantut / Penerbit: Maskana Media / Cetakan Kedua, Januai 2009

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Baiti Jannati

Kapan Reward dan Punishment Diberikan pada Anak?

Baiti Jannati

Targhib dan Tarhib untuk Anak

Baiti Jannati

Menceritakan Kisah Para Nabi pada Anak

Baiti Jannati

Lelaki-lelaki Pencari Nafkah Halal