JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Baiti Jannati

Kapan Reward dan Punishment Diberikan pada Anak?

Kapan kita harus memberi reward dan kapan kita harus memberi punishment kepada buah hati? Jawaban berikut mungkin dapat membantu Ayah dan Bunda untuk menggunakan metode reward dan punishment secara tepat:

Pertama, Ayah dan Bunda harus mendahulukan targhib sebelum tarhib serta mendahulukan reward sebelum punishment. Berikan hadiah kepada buah hati ketika ia meninggalkan perbuatan buruk dan juga ketika ia melakukan perbuatan baik.

Kedua, Ayah dan Bunda harus menyesuaikan reward dan punishment dengan usia buah hati. Misalnya, ketika berusia 4 tahun, ia lebih cocok diberi permen atau kue ketimbang uang Sebaliknya, ketika berusia 10 tahun, ia lebih cocok diberi uang ketimbang permen atau kue.

BACA JUGA: Reward dan Punishment pada Anak

Ketiga, reward diberikan tidak hanya sekali, tetapi beberapa kali dalam jangka waktu tertentu. Inilah yang disebut penguatan sikap. Contoh, jika Ayah dan Bunda menjanjikan hadiah kepada buah hati ketika ia melakukan perbuatan baik, tentukan di hadapannya kapan hadiah itu akan diberikan. Setelah hadiah diberikan, umumkan hal tersebut beberapa kali kepada kakak-adiknya dan teman-temannya bahwa ia telah mendapat hadiah dari Ayah atau Bunda karena berhasil melakukan perbuatan baik Adapun punish-ment diberikan sekali saja. Karena jika terlalu sering, hukuman itu akan kehilangan efek jeranya

Keempat, Ayah dan Bunda jangan terus-menerus memberikan hadiah atau hukuman yang sama secara berulang karena hal itu akan menghilangkan efek dan nilainya.

Kelima, ketika Ayah dan Bunda menjanjikan hadiah atau hukuman, jangan menentukan jenisnya secara spesifik. Biarkan hal itu mencakup beberapa kemungkinan agar Ayah dan Bunda tidak mengikat diri dengan sesuatu yang mungkin tidak sanggup untuk dilakukan

Keenam, Ayah dan Bunda harus menjelaskan secara rinci alasan buah hati diberi hadiah atau hukuman. Ketika mem-beri hukuman, Ayah dan Bunda juga wajib menjelaskan kepadanya bagaimana seharusnya sikap yang benar. Sehingga, nantinya ia tidak terkena hukuman lagi

Ketujuh, ada tahapan yang harus Ayah dan Bunda perha-tikan ketika memberi reward dan punishment. Untuk anak yang masih kecil, sebaiknya berikan hadiah berupa barang, makanan, atau uang (fisik). Adapun ketika ia beranjak remaja, berikan reward yang bersifat moril (nonfisik)

BACA JUGA: Ajarkan Al-Fatihah kepada Anak

Begitu juga dengan hukuman. Saat buah hati Ayah dan Bunda masih kecil, berilah hukuman dengan hal-hal yang bersifat emosional (perasaan). Kemudian, perlahan beralih ke hukuman fisik – selain memukul, seperti tidak memberi jajan, menarik telinganya denganı pelan, atau menyuruhnya untuk menghadap tembok. Nah, ketika sudah berumur 10 tahun, ia baru boleh dipukul Itu pun berupa pukulan yang tidak meninggalkan bekas dan bukan di bagian kepala. Adapun ketika ia beranjak remaja, punishment yang cocok untuknya adalah hukunan moral.

Kedelapan, jangan sekali-kali Ayah dan Bunda memberikan hukuman dalam keadaan marah. Ingat dan berhati-hatilah, Ayah dan Bunda Hukuman bertujuan untuk mendidik, bukan untuk balas dendam. Maka, sebagai seorang pendidik, kita harus sadar atas apa yang kita lakukan. []

Sumber: Rumahku Madrasah Pertamaku / Penulis: Dr. Khalid Ahmad Syantut / Penerbit: Maskana Media / Cetakan Kedua, Januai 2009

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Baiti Jannati

Reward dan Punishment pada Anak

Baiti Jannati

Targhib dan Tarhib untuk Anak

Baiti Jannati

Menceritakan Kisah Para Nabi pada Anak

Baiti Jannati

Lelaki-lelaki Pencari Nafkah Halal