JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Kajian

Sebab-sebab Su’ul Khatimah (Kematian yang Buruk)

Syaikh Abdu bin Humaid as-Suhaibatii menjelaskan, banyak sekali sebab-sebab yang memicu su ul khatimah, sulit untuk dibatasi secara terperinci, namun secara ringkas bisa diisyaratkan sebagai berikut;

1. Ragu dan ingkar yang disebabkan oleh bid’ah

Maksudnya memiliki keyakinan tidak benar berkenaan dengan Dzat, sifat atau perbuatan-perbuatan Allah, mungkin karena faktor tradisi atau pandangan pribadi yang rusak. Saat tabir penutup dibuka ketika kematian menjelang, keyakinan itu pun terlihat jelas keliru, akhirnya yang bersangkutan yakin bahwa semua yang ia yakini tidak berdasar.

2. Menunda-nunda taubat

Salah seorang salaf menyampaikan, aku ingatkan kalian dari kata (nanti) karena kata ini merupakan bala tentara Iblis terbesar. Di antara tipu daya Iblis paling jitu yang memperdaya manusia adalah menunda-nunda taubat.

BACA JUGA: Tanda Husnul Khatimah (1)

Iblis membisiki pelaku kemaksiatan untuk menunda taubat, masih banyak waktu, jika kamu bertaubat sekarang lalu kembali mengulang dosa pasti tau-batmu tidak diterima lagi setelah itu. Dengan perdaya Iblis itu akhirnya yang bersangkutan termasuk dalam golongan penghuni neraka.

Cara lain Iblis untuk memperdaya manusia adalah dengan membisikkan, jika kelak kau berusia lima puluh atau enam puluh tahun misalnya, saat itu kau baru taubat dengan sungguh-sungguh dan sebenarnya, sering ke masjid dan berada di masjid, memper-banyak amal ibadah. Sekarang kau masih muda dan berada dalam usia-usia emas. Senangkan dirimu, jangan bebani dirimu dengan amalan-amalan ibadah saat ini.

3. Panjang angan-angan

Ali bin Abi Thalib sangat takut pada dua hal: panjang angan-angan dan menuruti hawa nafsu. Ali berkata: “Panjang angan-angan melupakan akhirat dan mengikuti hawa nafsu meng-halangi seseorang dari kebenaran.”

Ali bin Abi Thalib berkata: “Ingat, dunia telah berlalu berpaling sementara akhirat bergegas datang menghampiri, masing-masing dari keduanya memiliki pengikut. Karena itu, hendaklah kalian menjadi pengikut akhirat, jangan menjadi pengikut dunia. Saat ini waktunya beramal, bukan hisab, dan kelak waktunya hisab, bukan waktu beramal”

4. Senang dan terbiasa melakukan kemaksiatan

Ketika seseorang gemar melakukan kemaksiatan dan tidak bertaubat, setan memiliki kuasa untuk mengkafirkan yang bersangkutan hingga pada detik-detik akhir masa hidupnya. Ketika kerabat menalqinkan kalimat syahadat agar La ilaha illallah menjadi kata-kata terakhirnya, kemaksiatan yang ada pada dirinya meluap dalam pikiran karena memang semasa hidup selalu sibuk dengan kemaksiatan hingga usianya ditutup dengan keburukan. Semoga Allah berkenan melindungi kita semua dari hal itu.

5. Bunuh diri

Ketika musibah menimpa seorang muslim lalu ia bersabar dan mengharap pahala, itu akan menjadi pahala baginya, sementara bila gelisah dan resah terhadap kehidupan, menilai bunuh diri merupakan jalan terbaik agar terlepas dari beragam penyakit dan persoalan hidup, berarti ia memilih dosa dan mempercepat diri menuju murka Allah dengan membunuh diri secara tidak benar, seperti disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah bersabda:

الَّذِي يَخْلُقُ نَفْسَهُ يَخْنُقُهَا فِي النَّارِ وَالَّذِي يَطْعُنُهَا يَطْعُنُهَا فِي النَّارِ

“Orang yang mencekik dirinya (hingga mati), ia mencekik diri di neraka dan orang yang menikam dirinya (hingga mati), ia menikam diri di neraka.”

BACA JUGA:  Kehidupan Sebenarnya di Akhirat

6. Nifaq

Nifaq adalah tidak adanya kesamaan antara sisi dalam dan luar, maksudnya perbedaan antara lahir dan batin, tutur kata tidak sama dengan perbuatan. Ketika perbedaan seperti ini terlihat pada diri seseorang, itulah orang munafik dan dikhawatirkan mengakhiri usia dengan su’ul khatimah.

Seorang salaf menyampaikan, ketika sisi lahir dan batin seseorang sama, inilah yang disebut adil, ketika sisi batinnya lebih baik dari sisi lahir, inilah yang disebut keutamaan, namun ketika sisi lahir lebih baik dari sisi batin, inilah yang disebut zhalim. []

Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Misteri Kematian – Menguak Fenomena Kematian & Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Kajian

Tanda-tanda Husnul Khatimah

Kajian

Ayat Terakhir Al-Quran

Kajian

Yang Membuat Kaum Muslimin Tegar: Al-Qur'an

Kajian

Hukum Ziarah Kubur bagi Laki-laki dan Wanita