“Bersedekahlah dan jangan berkata, ‘Saya tidak mampu’, karena sedekah dalam keadaan tidak mampu adalah sedekah yang terbaik.” (Mu’awiyah bin Abi Sufyan)
Dalam shahihain, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari, no. 3554; Muslim no. 2307)
BACA JUGA: Inilah Keutamaan Sedekah Jariyah
“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS. Ali Imran: 134).
Bila mereka sedang lapang, maka mereka akan memperbanyak infak, dan bila mereka sedang kesulitan, maka mereka tidak menganggap remah suatu kebaikan walau hanya sedikit saja. (Tafsir Assadi)
Jika Allah memerintahkan untuk tetap berbagi walau dalam kedaan sulit maka berbagi tidak akan membuat seseorang susah dan jatuh miskin.
Allah yang membentangkan dan menyempitkan rezeki seseorang dan Allah memberi solusinya dengan cara berinfaq, Allah berfirman:
“Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.” (QS. Ath Thalaq: 7).
Barangsiapa disempitkan rezekinya, yakni dia miskin, maka hendaknya dia menafkahi sesuai dengan kadar yang Allah berikan. Orang yang miskin tidak dibebani seperti orang yang mampu. (Tafsir Muyyasar)
Apa manfaat sedekah di waktu sempit? Berikut ini beberapa keistimewaan atau manfaat sedekah waktu sempit agar bisa dipahami.
1. Meningkatkan Keimanan
Bersedekah dalam keadaan yang sempit dan susah bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Namun, dibalik semua itu akan ada balasan pahala berlimpah yang diberikan oleh Allah SWT. Jadi hanya orang-orang yang bertaqwalah yang mampu bertahan untuk menjalaninya.
Hal tersebut sesuai dengan ayat Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 134 dan At-Thalaq ayat 7 yang dijelaskan di atas. Seiring dengan sifat taqwa yang terbentuk, maka keimanan dalam hati juga akan meningkat. Selain itu, juga akan membuat kegemaran untuk selalu beramal shaleh.
Selain itu dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh An-Nasai No. 2526, Rasulullah juga menegaskan bahwa sedekah yang paling mulia adalah sedekah yang dilakukan oleh orang-orang yang serba kekurangan atau kesusahan. Ini berarti sedekah di waktu sempit adalah amalan yang sangat mulia.
2. Menghindari Kesulitan
Kesulitan yang tengah dihadapi akan terasa ringan apabila diiringi dengan sedekah. Perasaan susah dan sempit tidak akan terasa karena dengan bersedekah akan mendatangkan ketentraman dan ketenangan di dalam hati.
Kemudian Rasulullah ﷺ juga menjelaskan dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh Baihaqi dan Thabrani, bahwa sedekah dapat menolak bala dan bencana, dan tidak ada yang dapat mendahului hal tersebut kecuali sedekah. Rasulullah juga menyebutkan kesulitan dapat dibeli dengan sedekah.
Bahkan, jika sering bersedekah pastinya nanti juga akan ada datang pertolongan dari sesama apabila sedang mengalami kesulitan. Rasa saling menghargai dan selalu menebar kebaikan antar sesama juga semakin terbentuk. Ini dapat meringankan beban dan memberikan ketenangan menghadapi kesulitan.
BACA JUGA: 5 Keutamaan Sedekah Kepada Anak Yatim
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
الصدقة من جنس القتال فالجبان يرجف ، والشجاع يثبت
“Sedekah termasuk salah satu jenis peperangan. Orang yang penakut akan gemetar mengeluarkannya, sedangkan orang pemberani akan kokoh mengeluarkannya.” []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


