Tersebutlah seorang perempuan Anshar. Pada peristiwa Uhud, ia menerima kabar.
Ayahnya, saudaranya, juga suaminya telah gugur.
Ini adalah kabar duka.
Namun, mari kita simak. Pertanyaan pertama yang lisannya keluarkan saat kabar itu tiba.
“Bagaimana dengan Rasulullah ﷺ?”
Keselamatan Rasul ﷺ yang paling ia cemaskan.
“Baik. Allah bersamanya,” jawab para sahabat yang membawa berita.
“Pertemukanlah aku dengan beliau,” pita perempuan tadi.
Ia ingin benar-benar yakin. Melihat Rasul yang mulia selamat. Dengan kedua matanya.
Iapun di antarkan. ke hadapan Rasul ﷺ .
Kemudian ia berkata, “Segala musibah setelah keselamatanmu adalah ringan.”
Inilah bukti kecintaan yang tulus.
Pribadi yang agung. Teladan yang luhur. Adab yang mulia. Yang terdapat dalam diri Rasul ﷺ . Mempengaruhi jiwa-jiwa orang di sekitarnya.
Melahirkan pribadi-pribadi ta’at. Bahkan memberikan kecintaan melebihi kecintaan terhadap diri sendiri. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


