JOIN GRUP WHATSAPP: Pusat Studi Islam

Renungan

Sekali Lagi, tentang Istidraj

Tidak pernah shalat dan berbagai maksiat jalan terus, tapi hidupnya tetap baik-baik saja, tetap aman, tetap sehat, tetap senang, harta berlimpah, karier mapan, bisnis lancar dan sebagainya.

Demikianlah, tak sedikit kita temui orang yang lalai dalam ibadah dan rajin maksiat, namun justru Allah berikan hidupnya penuh kesenangan, kemudahan dan kemewahan. Maka ketahuilah itu bukan tanda kemuliaan, tapi hakikatnya adalah sebuah Istidraj.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

BACA JUGA:  Apa Itu Istidraj?

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Istidraj adalah suatu jebakan berupa kenikmatan atau kesenangan yang diberikan kepada orang-orang yang dimurkai Allah agar mereka terus menerus lalai dan akhirnya binasa, sebab mereka sudah sering mendapat peringatan namun ttp acuh dan keras hatinya, sehingga pada saatnya tiba kesenangan itu dicabut oleh Allah, mereka akan termangu penuh penyesalan.

Allah Ta’ala berfirman,

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44)

BACA JUGA: Hati-hati Istidraj oleh Ust. Syafiq Riza Basalamah

Syaikh As Sa’di menyatakan, “Ketika mereka melupakan peringatan Allah yang diberikan pada mereka, maka dibukakanlah berbagi pintu dunia dan kelezatannya, mereka pun lalai. Sampai mereka bergembira dengan apa yang diberikan pada mereka, akhirnya Allah menyiksa mereka dengan tiba-tiba. Mereka pun berputus asa dari berbagai kebaikan. Seperti itu lebih berat siksanya. Mereka terbuai, lalai, dan tenang dengan keadaan dunia mereka. Namun itu sebenarnya lebih berat hukumannya dan jadi musibah yang besar.” (Tafsir As Sa’di, hal. 260).

Sebuah renungan bagi kita semua, apakah kenikmatan, kemewahan dan kesenangan yang kita miliki saat ini merupakan Istidraj atau bukan ? Jawabannya hanya diri kita sendiri yang tahu. []

SUMBER: HABIBIE QUOTES

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: wa.me/6285860492560 (silakan mendaftar terlebih dahulu)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam20
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam

Related posts
Renungan

Sering Kali Manusia Berangan-angan bahwa Ajalnya Masih Jauh

Renungan

Tidak Perlu Resah Ketika Mereka Bergelimang Harta

Renungan

Pantaskah Engkau Balas Kenikmatan yang Allah Berikan dengan Kemaksiatan?

Renungan

Takut yang Keliru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *