(Tentang Menutupi Aib Seorang Muslim)
Bait 1: Tabir di Antara Hamba
Di padang mahsyar, hari perhitungan nyata,
Terbuka segala yang tersembunyi lama,
Tak ada yang luput, tak bisa berdusta,
Semua ditampakkan, tiada celah tersisa.
Wajah-wajah tertunduk, penuh nista dan dosa,
Aib terbentang, menjadi bahan cela,
Namun ada yang Allah jaga dan pelihara,
Karena di dunia, ia menutup cela saudaranya.
“Siapa yang menutupi aib seorang muslim,
Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat yang agung.”
Demikian sabda Nabi dalam hadits Muslim yang mulia,
Menjadi cahaya bagi hati yang ingin terjaga.
BACA JUGA: Keutamaan Menutup Aib Saudara Muslim: Allah Akan Tutupi Aibnya di Dunia Ini
Ibn Rajab rahimahullah pernah berkata,
“Betapa banyak orang yang amalnya tampak baik rupanya,
Namun Allah tahu niatnya buruk di dalam dada,
Lalu ditampakkan di akhirat, sebagai kehinaan tiada tara.”
Bait 2: Rahasia yang Amanah
Tak semua dosa perlu diumbar dan disingkap,
Tak semua kesalahan layak dijadikan senjata tajam,
Wahai yang haus akan celaan dalam tiap lafaz,
Tahukah kau? Itu bisa kembali menghantam.
Aib saudaramu adalah amanah dari Tuhan,
Bukan untuk disebar, apalagi dipertontonkan.
Ibn al-Qayyim menasihati dalam keterangan terang:
“Menutupi aib adalah bentuk kasih yang hakiki dan tulus yang dalam.”
Waspadalah, lidahmu akan bersaksi atas ucap,
Dan setiap fitnah akan berpulang dan membakar tapak.
Bukankah engkau juga pendosa yang lemah?
Tak ingin kelak disingkap semua cela dan salah?
Duhai, tidakkah kau malu kepada Ar-Rahman?
Yang Maha Menyembunyikan cacat insan?
Sedang engkau senang membuka luka orang lain,
Lalu berharap Tuhan tak membuka kepedihanmu yang paling dalam?
Bait 3: Keutamaan Menyembunyikan Dosa
Jika saudaramu tergelincir dalam noda,
Tegurlah dengan kasih, jangan kau hinakan dia,
Nasehati dengan lembut di ruang tertutup,
Jangan kau robek kehormatan dengan lidah yang tajam menusuk.
Imam Asy-Syafi’i berkata bijak dan penuh makna:
“Berilah nasihat padaku saat sendiri dan sunyi suasana,
Karena menasehati di hadapan khalayak,
Adalah bentuk penghinaan, bukan petunjuk yang bijak.”*
Engkau tak tahu mungkin kelak ia bertaubat dan menang,
Sedang engkau sibuk menghitung salah dan menanam benci yang terang.
Jangan kau lupa, aib itu seperti cermin,
Tak selamanya kau melihat orang, kadang wajahmu sendiri yang terpampang di dalamnya rinci dan hening.
Tutuplah cela saudaramu dengan kasih yang dalam,
Niscaya Allah akan tutupi cacatmu dalam keadaan kelam.
Itulah janji Rabb yang tak pernah ingkar,
Dibalaskan di dunia, dan juga di negeri yang kekal tanpa bubar.
Bait 4: Jalan Keselamatan
Wahai jiwa, tunduklah pada firman dan sabda,
Janganlah engkau menjadi pembuka pintu fitnah semata.
Berjalanlah dalam sunyi dengan hati terjaga,
Menjadi pelindung bagi saudara, bukan pencela.
Rasulullah ﷺ bersabda, penuh hikmah dan niscaya:
“Siapa yang menutupi aib seorang muslim,
Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat yang dalam.”
Maka jangan abaikan janji yang tinggi nilainya.
BACA JUGA: Melihat Aib Diri Sendiri
Dunia hanyalah tempat ujian sesaat,
Sedang akhirat adalah tempat balasan yang hakikat.
Maka jagalah lisan, kendalikan tangan dan mata,
Agar kita tak tergelincir menjadi penghuni neraka.
Ibnu Mas’ud pernah berkata lembut kepada para sahabat:
“Jika engkau melihat saudaramu tergelincir dalam dosa,
Doakan ia dan mohonkan ampun untuknya,
Karena hari ini ia, esok mungkin engkau yang binasa.”
Mari kita menjadi selimut, bukan cambuk,
Menjadi pelindung, bukan penghasut.
Agar kelak di mahkamah Rabb,
Kita termasuk mereka yang ditutupkan aibnya dengan penuh kasih dan ampunan.
Penutup:
Dalam kasih sayang kepada saudara seiman,
Terdapat cermin cinta kepada Tuhan.
Tutuplah aib, rawatlah luka,
Karena itu jalan menuju ridha-Nya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


