Seorang pendusta mungkin bisa menyelamatkan dirinya dari teguran manusia hari ini, tetapi ia sedang mempertaruhkan kehormatan dan kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Kebohongan terkadang terlihat seperti jalan keluar yang mudah, padahal satu kebohongan sering kali membutuhkan kebohongan lain agar rahasia sebelumnya tidak terbongkar.
Allah ﷻ berfirman, “Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 42).
BACA JUGA: Setan Turun kepada Pendusta
Seorang pendusta mungkin pandai merangkai kata, tetapi ia tidak akan pernah mampu menyembunyikan seluruh perbuatannya dari Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya, Rasulullah ﷺ juga mengingatkan bahwa dusta membawa kepada kejahatan, sedangkan kejahatan membawa ke neraka. (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibnu Mas’ud رضي الله عنه berkata, “Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan membawa ke surga.” (HR. Muslim).
Orang yang terbiasa berdusta mungkin merasa dirinya cerdas karena berhasil mengelabui orang lain, padahal ia sedang merusak hatinya sendiri sedikit demi sedikit.
Jangan bangga ketika kebohonganmu dipercaya, sebab kepercayaan manusia bukanlah bukti bahwa Allah meridai perbuatanmu.
Seorang pendusta bisa kehilangan sahabat, merusak rumah tangga, menghancurkan amanah, bahkan membuat orang lain terluka karena perkataan yang tidak sesuai kenyataan.
Imam Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله pernah mengingatkan tentang pentingnya menjaga lisan dan memperbaiki amal, sebab keselamatan seorang hamba berkaitan erat dengan apa yang ia ucapkan dan kerjakan.
Jika hari ini kita pernah berdusta, jangan biarkan kesalahan itu berubah menjadi kebiasaan yang terus dipelihara dengan berbagai alasan.
BACA JUGA: Adakah Bohong yang Dibolehkan?
Akuilah kesalahan, mintalah ampun kepada Allah, dan perbaikilah kerugian yang telah ditimbulkan oleh kebohongan kita selama hal itu memungkinkan.
Ingatlah, kejujuran mungkin terasa pahit pada awalnya, tetapi ia jauh lebih menenangkan daripada hidup dalam ketakutan karena kebohongan yang sewaktu-waktu terbongkar.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang jujur dalam perkataan, tulus dalam perbuatan, serta berani mengakui kesalahan sebelum tiba hari ketika tidak ada satu pun rahasia yang tersembunyi. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: Join Group WA (WhatsApp Group)
Instagram: https://www.instagram.com/pusatstudi.islam20/
YouTube: https://www.youtube.com/@pusatstudiislam
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/pusatstudiislam


